Penyebab Mimisan dan Pertolongan Pertama Mandiri yang Tepat

[ad_1]

Ketika ada darah yang tiba-tiba mengucur dari lubang hidung, secara refleks siapa saja akan mendongakkan kepalanya untuk menghentikan luka tersebut. Pendarahan ini lebih dikenal dengan istilah mimisan.

Penyebab mimisan sendiri disebabkan oleh banyak faktor. Namun saat hal ini menimpamu, tentu kamu bakalan panik dan segera mencari informasi untuk pertolongan pertamanya.

Menguak penyebab dan cara menangani mimisan dengan tepat

Tidak perlu tergesa-gesa, penting bagimu untuk tahu serba-serbi fenomena penyebab hidung berdarah ini. Tujuannya supaya kamu paham apa yang perlu dilakukan saat mimisan terjadi padamu atau orang yang ada di sekitarmu.

Yang dimaksud dengan mimisan

cara mengatasi mimisan

Definisi | www.pexels.com

Epitaksis adalah istilah ilmiah dari mimisan. Ini adalah keadaan ketika seseorang mengalami pendarahan yang keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung. Siapa saja bisa mengalami mimisan ini. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa muda, wanita hamil, lansia, hingga penderita penyakit kelainan darah.

Jenis hidung berdarah ini dibagi menjadi dua. Pertama adalah mimisan anterior ketika darah keluar dari pembuluh darah bagian depan hidung. Biasanya ini hanya berlangsung selama beberapa detik. Mimisan ini tidak memiliki dampak yang membahayakan.

Sedangkan yang kedua mimisan posterior. Pendarahan ini disebabkan keluarnya darah dari pembuluh darah dari bagian belakang hidung. Tanda epiktaksis adalah harus diwaspadai karena membutuhkan penanganan pertama dari dokter.

Baca juga: Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah

Faktor penyebab mimisan

cara mengatasi mimisan

Penyebab | health.clevelandclinic.org

Penyebab mimisan sendiri juga berbeda-beda, tergantung dari usia dan gaya hidup seseorang. Secara umum, penyebab epitaksis adalah mengalami cedera pada hidung, kondisi udara dan suhu kering, perubahan hormon, dan kelelahan.

Untuk lebih spesifiknya, dari dua jenis mimisan yang telah disebutkan ada tanda-tandanya sendiri. Biasanya, anak-anak yang berusia 2 hingga 10 tahun lah yang mengalami mimisan anterior. Penyebabnya pun bermacam-macam, meliputi:

  • Mengorek kotoran di hidung terlalu dalam
  • Mengupil dalam keadaan kuku yang terlalu tajam
  • Sinusitis
  • Hidung tersumbat karena infeksi dari pilek dan flu
  • Berada di daerah dengan udara kering yang membuat membran hidung jadi lebih kering. Hal ini yang membuat bagian dalam hidung jadi lebih rentan mengalami pendarahan dan infeksi

Baca juga: Cara Mengatasi Keputihan Agar Daerah Kewanitaan Tetap Sehat

Berbeda halnya dengan epistaksis posterior. Mimisan yang lebih sering terjadi pada orang dewasa ini membuat proses keluarnya darah lebih lama daripada mimisan anterior. Penyebabnya bisa dibilang cukup serius dan harus segera ditangani oleh sang ahli.

  • Tekanan darah tinggi
  • Terlalu sering mengonsumsi obat yang mengandung aspirin dan antikogulan
  • Trauma yang disebabkan karena hidung patah, pukulan di kepala, dan cedera
  • Adanya tumor di rongga hidung
  • Mengidap leukimia atau kanker darah
  • Menderita penyakit kelainan pembekuan darah seperti hemofilia

Cara mengatasi mimisan yang tepat

cara mengatasi mimisan

Pertolongan pertama | www.drmardiney.com

Mimisan itu tidak dapat diprediksi datangnya. Saat sedang serius belajar, bisa saja tiba-tiba kulit di area bibirmu jadi basah dan bau amis karena darah yang tiba-tiba mengucur. Tak menutup kemungkinan bisa terjadi saat kamu sedang mandi.

Cara tepat untuk menangani epistaksis adalah dengan tetap tenang. Jangan panik dulu. Sembari menunggu keberadaan orang lain yang bisa diandalkan, kamu bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri terlebih dahulu.

1. Duduk tegak selama beberapa saat

Banyak orang yang secara refleks menengadahkan kepalanya ke atas untuk menghentikan mimisan. Bahkan tidak sedikit yang malah berbaring. Padahal kedua posisi ini tidak disarankan, namun sudah terlanjur salah kaprah dan jadi penyebab hidung berdarah tiada henti.

Saat mimisan, tak ada salahnya untuk mengambil posisi duduk tegak dan mengarahkan tubuh sedikit ke depan. Postur ini bisa mencegah darah kembali masuk dan menyumbat hidung. Kamu bisa menyeka darah yang keluar dengan tissue hingga benar-benar terhenti.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami

2. Pencet hidung selama 10 menitan

Cara menangangi mimisan selanjutnya adalah dengan memencet hidung dengan ibu jari selama kurang lebih 10 menit. Ini bertujuan untuk membuat darah berhenti mengalir. Ketika melakukan proses ini, kamu bisa bernafas melalui mulut untuk sementara waktu.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut Praktis

cara mengatasi mimisan

Jangan panik | parenting.firstcry.com

3. Usahakan untuk tidak bersin

Banyak mengira jika mengeluarkan ingus dengan paksa bisa menghentikan pendarahan. Justru bersin dan usaha paksa lainnya ketika mimisan masih berlangsung bakal membuat darah yang keluar semakin deras.

Paksaan ini membuat darah yang awalnya sudah mulai tersumbat dan kering jadi keluar kagi. Maka dari itu, cara menangani mimisan yang tepat adalah dengan tidak banyak bereksperimen dan coba-coba.

Baca juga: Cara Menghilangkan Kantung Mata Secara Alami

4. Mengompres dengan es batu

Selain bisa membuat pori-pori terkesan lebih kecil, es batu bisa dijadikan andalan sebagai cara menangani mimisan secara mandiri. Bungkus es batu dengan handuk atau kain lembut yang bersih. Setelah itu, tempelkan ke area hidung dan kompres selama beberapa saat.

Tak disangka, es batu ini memang disarankan karena sudah menjadi salah satu obat mimisan alami. Tinggal membuka freezer, kamu bisa menjinakkan dan menyudahi penyebab hidung berdarah ini dengan mudah.

Baca juga: Manfaat Cuka Apel untuk Kecantikan dan Kesehatan

5. Segera mendatangi dokter terdekat

Jika durasi hidung berdarahmu cukup lama dan lebih dari 20 menit, tandanya kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Ketika beberapa cara mengatasi mimisan di atas sudah dilakukan tapi hasilnya nihil, penanganan dari sang profesional sangat diperlukan.

Saat diperiksa, kamu bisa mendapatkan obat mimisan yang tepat untuk mengentikan pendarahan di hidung ini. Diagnosa dokter bisa lebih dipercaya daripada kamu mengira-ngira sendiri dan sok tahu.

Siapa tahu epistaksis adalah tanda bahwa ada penyakit kronis yang bersarang di tubuhmu. Jika ketahuan lebih cepat, tentu bakal pengobatannya bakal bisa dilakukan lebih tepat dan kurat. Setuju, guys?

Artikel Lainnya

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *