
Seminar yang menjadi bagian dari Program Patriot ini, mempertemukan kementerian, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lokal untuk merumuskan penguatan tata kelola ekonomi di kawasan transmigrasi strategis Barelang.
Program Ekspedisi Patriot, merupakan program pemerintah dari Kementerian Transmigrasi yang fokus pada program riset yang melibatkan mahasiswa dan akademisi untuk mengkaji potensi serta merumuskan strategi pengembangan kawasan transmigrasi.
Pada kesempatan itu, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia menyampaikan hasil penelitian yang menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi antar-kementerian, lembaga usaha, koperasi, serta komunitas lokal sebagai fondasi ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA, Ketua Tim 6 Output 3 Ekspedisi Patriot UI.
“Penguatan kelembagaan ekonomi tidak dapat berjalan secara terpisah. Diperlukan model tata kelola yang memungkinkan berbagai pihak saling melengkapi dan berbagi peran. Penelitian kami mengidentifikasi bahwa Koperasi Transmigrasi memiliki potensi besar untuk menjadi lembaga utama membangun potensi industri besar di daerah Barelang yakni, Industri Perikanan, Industri Pariwisata, Industri Pertanian dan Home Industry seperti snack, batik dan lainnya”, ujar Vishnu.
Selain itu, Vishnu Juga merekomendasikan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan besar di Batam perlu disalurkan kepada Koperasi Transmigrasi dimana pengumpulannya dikoordinir oleh Badan Pengelola (BP) Batam.
“Saya sangat memperhatikan masa depan dari masyarakat Transmigran di Barelang. Oleh karenanya rekomendasi Model Kelembagaan Ekonomi dari Tim UI ini menjadi input yang penting bagi Kementerian Transmigrasi dalam merumuskan kebijakan transmigrasi di tahun 2026 menjadi lebih tetap sasaran”, tutur M. Iftitah.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UI Prof. Dr. drg. Retno Kusumastuti Hardjanto, M.Si, Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin, M.Par, Komisaris BKI Batam Arif Bijaksana, serta Dosen UI Dr. L.G. Saraswati Putri, S.Hum., M.Hum.
Sesi diskusi menghadirkan tiga pembahas: Dr. Alfiandri, S.Sos., M.Si (Universitas Maritim Raja Ali Haji), Asep Muhammad Yusuf Abdul Aziz, S.Tr.A.B (Sekretaris Umum BPC HIPMI Batam), dan Agus Ubaidillah (Ketua Koperasi Produsen Transmigrasi Merah Putih Barelang). Para pembahas menilai rekomendasi penelitian ini relevan untuk penguatan kebijakan pembangunan ekonomi kawasan transmigrasi, khususnya pengembangan koperasi, peningkatan akses pasar, dan penciptaan iklim investasi lokal.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Universitas Indonesia dalam menyediakan penelitian berbasis bukti dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta masyarakat dalam pembangunan nasional.
