Site icon MultiNewsMagazine.com

WAPRES KE-13 RI MA’RUF AMIN DAN MENKO AIRLANGGA HARTARTO TARGETKAN RI MENJADI PEMIMPIN EKONOMI SYARIAH DUNIA 

WAPRES KE-13 RI MA’RUF AMIN DAN MENKO AIRLANGGA HARTARTO TARGETKAN RI MENJADI PEMIMPIN EKONOMI SYARIAH DUNIA 

Mutinewsmagazine.com – Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dalam ekonomi dan keuangan syariah dunia serta memiliki peluang besar untuk naik ke posisi pertama, melampaui Arab Saudi dan Malaysia. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2026 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T.

Acara yang diadakan pada Senin (1/12) di Auditorium Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), mengusung tema “Penguatan Kontribusi Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif untuk Mendukung Agenda Prioritas Nasional.” Tahun ini, penyelenggaraan ISEO juga menandai momen penting dengan diumumkannya K.H. Ma’ruf Amin sebagai anggota Dewan Penasihat PEBS FEB UI.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen UI dalam menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Peran perguruan tinggi menjadi semakin penting dalam mengembangkan riset, inovasi, dan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong kemajuan ekonomi syariah Indonesia,” ujarnya.

Dalam keynote speech-nya, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk naik ke peringkat pertama dunia dalam ekonomi dan keuangan syariah harus ditopang oleh regulasi yang kuat dan menyeluruh.

“Upaya mencapai peringkat teratas perlu dimulai melalui penyusunan regulasi yang komprehensif. Kita harus memiliki Undang-Undang yang mengatur ekonomi syariah secara menyeluruh, masuk ke seluruh sektor,” tegasnya.

Ia turut mendorong pelibatan Universitas Indonesia dalam proses perumusan regulasi tersebut, mengingat kapasitas akademiknya dalam riset dan pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha dan akademisi menjadi kunci lahirnya produk dan kebijakan syariah yang komprehensif dan berdaya saing global.

Airlangga Hartarto, turut menyoroti kekuatan ekonomi syariah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global versi IMF pada 2025 meningkat menjadi 3,2 persen, bersamaan dengan kinerja positif aset keuangan syariah nasional yang kini mencapai Rp10.257 triliun. Menurutnya, capaian ini menjadi landasan penting bagi penguatan struktur ekonomi syariah Indonesia.

Penguatan ekosistem syariah dibahas lebih dalam melalui diskusi panel yang menghadirkan empat tokoh kunci yaitu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Dr. rer.nat. Jaenal Effendi; Direktur Eksekutif KNEKS, K.H. Sholahudin Al Aiyub; Direktur Utama Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor; dan Kepala PEBS FEB UI, Rahmatina A. Kasri, Ph.D. Diskusi menyoroti strategi pembiayaan syariah, inovasi industri halal, penguatan regulasi dan kelembagaan, serta perluasan inklusi keuangan syariah nasional.

Dekan FEB UI, Yulianti Abbas, Ph.D., menutup rangkaian acara dengan menegaskan pentingnya momentum ini bagi penguatan peran akademisi dalam ekosistem ekonomi syariah.

“ISEO 2026 diharapkan semakin mengukuhkan PEBS FEB UI sebagai centre of excellence bagi ekonomi syariah Indonesia. Ke depan, ekonomi syariah diproyeksikan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi penopang utama perekonomian nasional,” tutupnya.

 

Exit mobile version