
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa pembinaan prajurit harus berlandaskan prinsip meritokrasi, yakni berdasarkan prestasi, kapasitas, dan kapabilitas, bukan lagi pada senioritas atau usia. Penilaian tersebut, harus dibuktikan melalui kinerja nyata di lapangan, bukan hanya berdasarkan aspek administratif atau urutan normatif. “Kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi,” ujar Menhan.
Menhan juga menekankan pentingnya penerapan konsep belajar sambil bertugas guna memberikan ruang pengembangan yang optimal bagi prajurit Tamtama, Bintara, maupun Perwira sesuai dengan potensi dan kompetensi masing-masing.
Lebih lanjut, Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan pada hakikatnya merupakan Batalyon Infanteri yang memiliki tugas pokok operasi tempur, yaitu mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh. Sementara itu, tugas Teritorial Pembangunan merupakan tugas yang dilaksanakan untuk mendukung percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.
Sejalan dengan arahan tersebut, pembinaan prajurit di jajaran TNI AD terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan sarana pembelajaran yang adaptif dan modern. Salah satunya dilakukan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 85/Benua Taka Cakti (BTC) dengan memanfaatkan TV Merah Putih, sebuah smart TV edukatif dukungan Kementerian Pertahanan RI, sebagai bagian dari pembinaan satuan (Binsat) untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kemampuan bahasa Inggris prajurit Perwira, Bintara, dan Tamtama guna mendukung kesiapan tugas serta kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.
