Site icon MultiNewsMagazine.com

FEB UI SIAPKAN DOSEN PEMBIMBING UNGGUL LEWAT PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

FEB UI SIAPKAN DOSEN PEMBIMBING UNGGUL LEWAT PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Multinewsmagazine.com – Unit Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar workshop bertajuk “Dosen Pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa” pada Selasa (20/1) di Auditorium Mini Departemen Manajemen, Kampus FEB UI Depok.

Pertemuan yang mengundang para dosen itu berbagi pengalaman mengenai pembinaan pengembangan prestasi dan partisipasi mahasiswa  dalam ajang kompetisi, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), serta berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FEB UI Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra, yang menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing PKM. Dalam kesempatan itu, Irwan juga memaparkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemahasiswaan FEB UI pada tahun 2026, dengan target capaian 150 prestasi mahasiswa serta 14 persen dosen pembimbing.

Selanjutnya, Manajer Kemahasiswaan FEB UI Dr. Anna Amalyah Agus menjelaskan bahwa saat ini telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Konversi Non Akademik bagi mahasiswa yang meraih prestasi dalam ajang PKM maupun Pimnas.

Terlebih, FEB UI telah memiliki regulasi yang secara komprehensif mendukung pengembangan prestasi mahasiswa, antara lain melalui pemberian insentif bagi pemenang lomba dan finalis, insentif dan program pengembangan bagi dosen pembimbing, serta dukungan pendanaan dari UI dan FEB UI.

“Pada tahun ini, target prestasi ditetapkan sebanyak 150 mahasiswa. Selama ini, capaian prestasi mahasiswa FEB UI bahkan telah melampaui target yang ditetapkan. Oleh karena itu, peningkatan target tersebut dinilai sangat realistis dan dapat dicapai,” ujar Anna.

Lebih lanjut, Kepala Seksi Layanan Prestasi Mahasiswa DKB UI Ananda Ridwansyah menjelaskan sosialisasi kompetisi mahasiswa yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan tujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai ragam kompetisi nasional, skema pendanaan, serta tahapan seleksi yang dapat diikuti selama masa studi. Mahasiswa diarahkan untuk membentuk tim, menyusun proposal, serta mencari dosen pendamping sejak tahap awal.

Capaian mahasiswa FEB UI pada kompetisi Dikti tahun 2025 antara lain prestasi pada Kompetisi Bisnis dan Manajemen Keuangan (KBMK), termasuk juara pertama kategori riset investasi, serta mencatatkan prestasi pada kategori perencanaan bisnis.

Para dosen dari Fakultas Teknik UI berbagi pengalaman dalam pembimbingan kompetisi. Fakultas Teknik UI dikenal konsisten sebagai penyumbang prestasi tertinggi dalam PKM dan PIMNAS di lingkup UI.

Guru Besar Fakultas Teknik UI Bidang Ilmu Teknik Mesin Prof. Dr. Ario Sunar Baskoro menekankan sejumlah prinsip penting dalam pembinaan mahasiswa. Dia menegaskan pentingnya meluruskan niat sejak awal, berani memulai langkah tanpa menunda, serta menjaga kesabaran dalam setiap tahapan pembinaan. Menurut dia, kolaborasi yang sehat dan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan merupakan fondasi keberlanjutan prestasi.

Sementara itu, Ketua Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI Dr.-Ing. Ir. Mohammad Adhitya menjelaskan topik yang diangkat harus bersifat original dan lahir dari proses eksplorasi mahasiswa.

“Apabila topik masih sepenuhnya berasal dari dosen, hal tersebut menunjukkan bahwa proses penggalian ide dan survei yang dilakukan mahasiswa belum optimal. Mahasiswa perlu didorong untuk menggali permasalahan secara mandiri hingga menemukan topik penelitian yang relevan. Pendekatan ini akan menghasilkan karya yang lebih kuat. Karena dalam sesi evaluasi maupun tanya jawab, orisinalitas dan pemahaman mahasiswa terhadap topik akan terlihat dengan jelas,” kata Adhitya.

Dosen memiliki peran strategis dalam mengasah hard skills dan soft skills mahasiswa melalui proses pembimbingan yang terstruktur. Di Departemen Teknik Mesin, pembinaan PKM pun diintegrasikan ke dalam skema akademik melalui pengakuan Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga mahasiswa dapat fokus menjalankan PKM selama satu semester sebagai pengganti mata kuliah pilihan. Skema itu dikemas dalam bentuk topik khusus dengan bobot empat SKS per topik dan dilengkapi mekanisme evaluasi akademik melalui sidang, serupa dengan sidang skripsi.

Penilaian didasarkan pada proses dan capaian pembelajaran, dengan kemungkinan lulus maupun tidak lulus sebagai bentuk akuntabilitas akademik. Pendekatan tersebut diterapkan untuk memastikan bahwa pengakuan SKS selaras dengan proses pembelajaran yang nyata dan bertanggung jawab.

Hal senada disampaikan Dosen Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI Dr. Eng. Radon Dhelika, yang melihat peran dosen adalah membagikan insight sebagai bekal berpikir. Pendekatan tersebut lebih penting karena dalam proses kompetisi, dosen memegang peran krusial sebagai pengarah dan pemantik gagasan.

Meski pemanfaatan kecerdasan AI semakin luas, Radon Dhelika menilai teknologi tersebut belum sepenuhnya dapat menggantikan peran dosen dalam menggali potensi mahasiswa, memantik proses berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman belajar.

Proses pembimbingan juga berkontribusi pada pembentukan reputasi profesional (self-reputation), penguatan self-branding, serta bagian dari talent pipelining untuk menyiapkan generasi unggul di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan itu ialah Guru Besar dan Dosen FEB UI Prof. Dr. Djoni Hartono, yang menanggapi bahwa motivasi dosen dalam membimbing mahasiswa pada umumnya tidak bertumpu untuk pemenuhan kebutuhan administratif seperti Beban Kinerja Dosen (BKD).

Lebih dari itu, dorongan utama berasal dari kepuasan dan kebanggaan tersendiri ketika mahasiswa binaan berhasil meraih prestasi, memenangkan kompetisi, dan mencapai kesuksesan. Selain itu, terdapat nilai religiusitas yang melekat pada diri dosen untuk membantu mahasiswa sebagai bentuk pengabdian dan kebermanfaatan ilmu.

 

Exit mobile version