
Kasubdit Dukkes Ditjen Kuathan Kemhan, Kolonel Laut (K) dr. Suswardana, memimpin jalannya kegiatan mewakili Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan selaku Ketua Bersama (Co-Chair) Indonesia, didampingi oleh mitra dari Amerika Serikat, Lieutenant Colonel Philip Durando. Dalam sesi ini, delegasi dari 18 negara meninjau langsung medan di Banten yang akan menjadi pusat simulasi operasi gabungan pada September 2026 mendatang. Survei lapangan ini krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur bagi integrasi tiga area latihan: Kedokteran Militer, Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan (HADR), dan Keamanan Siber.
“Tujuan kami berkumpul hari ini sangat jelas, yaitu bergerak dari konsep menuju perencanaan konkret. Kesiapan lokasi adalah kunci agar skenario respon bencana dapat berjalan realistis,” ujar Kolonel Suswardana di hadapan para delegasi.
Selain aspek operasional militer, konferensi hari ini juga mematangkan rencana bakti kesehatan melalui program Project-based Community Medical Development (PCMD) dan Medical Aid Provision (MAP). Para negara peserta mulai mendiskusikan Asset Commitment, yakni pengerahan peralatan canggih dan tenaga medis ahli yang tidak hanya untuk latihan, tetapi juga akan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat Banten.
Dengan semangat “One ASEAN, One Response”, pertemuan ini mempertegas komitmen Indonesia dalam memimpin diplomasi pertahanan kawasan. Melalui perencanaan teknis yang detail dan kolaboratif ini, Kemhan RI optimis Exercise Trident Resolve akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi ancaman bencana alam berskala besar di masa depan. (Biro Humas dan Infohan
