
Buku ini menghimpun 46 tulisan berupa obituari dari kolega, mantan mahasiswa, staf, keluarga, hingga tokoh nasional yang pernah berinteraksi dengan mendiang Prof. Juwono. Menurut Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, Ph.D., karya tersebut tidak sekadar merekam kenangan personal, tetapi juga merefleksikan pemikiran Prof. Juwono tentang pembangunan ekonomi politik, hubungan sipil-militer, demokratisasi, keadilan sosial, dan hubungan internasional. “Beliau adalah perpaduan antara pemikir akademis yang mumpuni, negarawan, serta pribadi yang rendah hati dan peduli pada sesama. Buku ini menjadi jendela untuk memahami dinamika pemikiran Prof. Juwono,” ujarnya.
Acara peluncuran buku ini dihadiri langsung oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, keluarga almarhum, jajaran pimpinan universitas dan fakultas, dosen, serta mahasiswa FISIP UI. Dalam sambutannya, Mentrans Iftitah mengenang Prof. Juwono sebagai mentor yang menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial sebagai fondasi pembangunan bangsa. “Keteladanan beliau menunjukkan bahwa peran pendidik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga membentuk cara berpikir dan karakter,” ucapnya.
Putra almarhum, Vishnu Juwono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FISIP UI. Ia menuturkan bahwa ayahnya memiliki kedekatan kuat dengan FISIP UI dan mengabdikan hidupnya dengan integritas, kerja keras, serta keikhlasan. Rektor UI Prof. Heri Hermansyah menambahkan bahwa keluarga Juwono telah lama berkontribusi melalui program beasiswa, termasuk Juwono Center. “Semoga buku ini menjadi memori abadi sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dan pembaca,” ujarnya.
Prof. Juwono Sudarsono dikenal luas sebagai akademisi, birokrat, dan tokoh nasional. Selama berkarier di UI, ia pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UI (1988–1994) dan turut berperan sebagai pionir dalam pendirian Departemen Hubungan Internasional FISIP UI pada tahun 1985. Ia membangun kurikulum yang menghubungkan teori politik internasional dengan praktik diplomasi dan kebijakan publik.
Di tingkat nasional, ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lemhannas (1995–1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1998–1999), serta Menteri Pertahanan RI (1999–2000 dan 2004–2009). Ia merupakan Menteri Pertahanan dari kalangan sipil pertama sejak Djuanda Kartawidjaja (1957-1959).
Warisan akademiknya di UI melahirkan generasi pemikir dan praktisi hubungan internasional yang kini berkiprah di berbagai bidang. Pemikiran beliau tentang hubungan sipil-militer, demokratisasi, dan keadilan sosial tetap relevan dalam menjawab tantangan bangsa.
Melalui peluncuran buku ini, UI menegaskan komitmennya sebagai kampus bangsa yang melahirkan pemikir dan negarawan. Warisan pemikiran Prof. Juwono Sudarsono bukan hanya bagian dari sejarah FISIP UI, tetapi juga sebagai peletak fondasi bagi pengembangan ilmu hubungan internasional di Indonesia. Dengan mengenang beliau, UI bertekad menjaga tradisi akademik yang kritis, humanis, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk meneruskan peran sebagai guru bangsa di masa depan.
