Site icon MultiNewsMagazine.com

AKADEMISI UI DORONG KEBERLANJUTAN INDUSTRI SAWIT LEWAT STRATEGI GREEN PRODUCTIVITY

AKADEMISI UI DORONG KEBERLANJUTAN INDUSTRI SAWIT LEWAT STRATEGI GREEN PRODUCTIVITY

Multinewsmagazine.com –  Akademisi Universitas Indonesia (UI) dari Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Estiarty Haryani, berhasil merumuskan strategi implementasi green productivity guna mendukung operasional industri kelapa sawit Indonesia yang berlandaskan prinsip keberlanjutan. Penelitian Estiarty berangkat dari realita teraktual di mana industri sawit tanah air menghadapi tekanan besar, terutama pada aspek lingkungan maupun dinamika pasar global.

Dalam pemaparan disertasinya yang berjudul “Strategi Keberlanjutan Implementasi Green Productivity Industri Kelapa Sawit (Studi pada PT. X di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi)”, Estiarty menyoroti urgensi transformasi industri sawit nasional di tengah penerapan kebijakan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang menuntut produk yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat di kawasan Uni Eropa bebas dari praktik deforestasi. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan yang mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

Penelitian yang Estiarty lakukan menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan mixed methods, dengan data diperoleh melalui wawancara, survei masyarakat, observasi lapangan, serta studi literatur. Lebih lanjut, aspek analisis diperkuat dengan Structural Equation Modelling berbasis PLS-SEM untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel secara komprehensif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi green productivity di perusahaan yang diteliti berada dalam kategori baik, dengan faktor eksternal yang digabung dalam kerangka PESTEL (politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum), terbukti berpengaruh signifikan. Di antara enam faktor yang ada, faktor politik dan hukum muncul sebagai penentu utama yang membentuk arah kebijakan serta mendorong adopsi teknologi dalam industri sawit.

Disertasi ini penting untuk dikaji karena menawarkan kerangka strategis yang mampu menjawab tantangan besar industri sawit nasional di tengah tuntutan keberlanjutan global. Dengan mengintegrasikan efisiensi ekonomi dan perlindungan lingkungan, penelitian ini memberi manfaat langsung bagi pelaku industri untuk meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi standar internasional. Bagi masyarakat luas, hasil kajian ini membuka perspektif baru tentang bagaimana praktik industri dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan, sehingga mendukung terciptanya tata kelola yang lebih akuntabel, ramah lingkungan, dan tetap berdaya saing global.

Sebagai tindak lanjut, Estiarty merumuskan strategi keberlanjutan berbasis prinsip SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound). Strategi ini menekankan pentingnya regulasi yang kuat dan konsisten sebagai pengungkit utama dalam memastikan implementasi green productivity berjalan efektif dan berkelanjutan.

Estiarty berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Gedung IASTH lantai 5, Kampus UI Salemba, Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026). Sidang ini dipimpin langsung oleh Direktur SPPB UI, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T. Sementara itu, tim promotor terdiri atas Dr. Herdis Herdiansyah, S.Fil.I., M.Hum., Dr. dt. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si., serta Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.A. Dewan penguji melibatkan Prof. Dr. Boge Triatmanto, M.M., Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes., Dr. Yuki Mahardhito Adhitya Wardhana, S.Hut., M.Si., Dr. Sc. Agr. Aiyen Tjoa, M.Sc., serta Prof. Dr. Ir. Dwi Nowo Martono, M.Si. Estiarty tercatat sebagai Doktor ke-255 pada Program Studi Ilmu Lingkungan UI dan Doktor ke-31 di lingkungan SPPB UI.

Melalui sumbangsih pemikiran yang diberikan oleh Estiarty Haryani, Universitas Indonesia kian menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam isu keberlanjutan global. UI mendukung penuh transformasi industri kelapa sawit menuju praktik yang ramah lingkungan, efisien, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran akademik Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

 

 

 

 

Exit mobile version