Multinewsmagazine.com – Menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak menjadi tanggung jawab bersama agar mereka dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) di Makara Art Center (MAC) UI pada Kamis (23/7). Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 anak dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga anak penyandang disabilitas.
Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar dapat berekspresi, berkreasi, dan tumbuh secara optimal.
“Pendidikan sejatinya adalah proses pembudayaan. Seni dan budaya menjadi cara paling efektif untuk membentuk karakter manusia. Anak-anak mempunyai hak untuk bermain karena melalui bermain mereka belajar, mengembangkan kreativitas, memahami cara hidup yang sehat, serta mempertajam kepekaan rasa,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya menghadirkan ruang yang aman bagi anak agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif.
“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk tindakan maupun percakapan yang melanggar batas privasi mereka. Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menghadirkan ruang aman karena lingkungan yang positif sangat menentukan proses tumbuh kembang mental serta kebahagiaan anak,” ujar Veronica Tan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang meliputi pertunjukan grup kolintang anak, dolanan anak Nusantara, tari anak, program KILA (Kita Cinta Lagu Anak Indonesia), live rappelling, hingga berbagai aktivitas yang memberikan ruang bagi anak untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka.
Selain pertunjukan seni, penyelenggaraan Hari Anak Nasional di UI juga menghadirkan sarasehan budaya bertema “Peran Seni Budaya sebagai Sarana Pembentukan Karakter Kebangsaan untuk Anak Indonesia”. Diskusi tersebut menghadirkan budayawan dan akademisi, yakni Jose Rizal Manua, Adolf Malantang, Dr. Eko Handayani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Dra. Eko Novi Ariyanti Rahayu Damayanti, M.Si. Melalui diskusi tersebut, para narasumber membahas pentingnya seni dan budaya sebagai sarana pembentukan karakter kebangsaan bagi anak Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Depok Dr. Supian Suri, perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, Pinkan Indonesia, serta grup kolintang dari jenjang SD, SMP, SMA, dan grup kolintang orang tua.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit anak yang membawakan lakon Sang Gatotkaca. Lakon tersebut dipilih sebagai simbol keberanian, keteladanan, dan semangat generasi muda Indonesia. Melalui pertunjukan ini, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Melalui penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026, UI bersama KemenPPPA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan kreatif bagi anak melalui seni, budaya, dan edukasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini.
