Multinewsmagazine.com – Peringatan HUT RI Ke-81 pada tahun 2026 ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan menjadikan keberagaman sebagai fondasi kedaulatan rakyat demi mewujudkan negara yang kuat, adil, serta sejahtera.
Terkait HUT RI Ke-81, Pimpinan Tertinggi Bhakti Karya (BK) Haji Ahmad Syafe’i menilai arti Kemerdekaan Republik Indonesia Pada tahun 2026 ini adalah momentum untuk menghormati perjuangan masa lalu,
“Sebuah pesan yang dapat menjadi refleksi HUT RI ke-81 adalah, 81 Tahun Indonesia Merdeka adalah momentum untuk menghormati perjuangan masa lalu, memperkuat persatuan hari ini, dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang maju, adil, makmur, serta berdaya saing di dunia,” ucapnya kepada awak media multinewsmagazine.com, Sabtu (1/8/2026).
Lanjut Haji Ahmad Syafe’i, “ Namun dengan kondisi ekonomi rakyat yang sedang prihatin saat ini, kata adil dan makmur sepertinya dirasa sangat kontras, dan arti ‘Kemerdekaan’ saat ini masih belum sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri Bangsa Indonesia. Karena tujuan kemerdekaan adalah menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi Sejahtera, Adil, dan Makmur.”
Tokoh Penggerak Ekonomi Kota Depok ini juga mengatakan bahwa di usia ke-81, Republik Indonesia harus mengevakuasi secara menyeluruh, baik itu pihak Penyelenggara, Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, dan seluruh masyarakat Indonesia, agar Indonesia segera bangkit dari keterpurukan.
Terkait HUT RI Ke-81 jika dilihat dari kondisi Kota Depok saat ini, Haji Ahmad Syafe’i memaparkan berbagai permasalahan yang ada di Kota Depok dan solusinya.
“Masalah Depok dan solusinya, menurut saya permasalahan krusial yang pertama adalah masalah kemacetan yang merupakan masalah yang menjenuhkan bagi pengguna jalan. Dan solusinya menurut saya, 1.Adanya aturan yang melarang mobil pribadi melintas di jalan-jalan tertentu saat jam kerja, 2.Perbanyak jalan-jalan alternatif, 3.Setiap perempatan jalan dan pertigaan jalan dibuat Flyover atau underpass, 4.Khusus untuk jalan raya Muchtar Sawangan Depok tidak perlu dilebarkan,” paparnya.
“Dan permasalah krusial kedua adalah masalah sampah. Menurut saya mengatasi masalah.sampah dengan cara 1.Setiap Kecamatan harus punya TPS sampah, dan yang diangkut ke TPS hanya sampah organik, 2. Yang perlu bantuan buang sampah harus sudah memilah (hanya sampah organik yang bisa diangkut ke TPS), 3.Sampah organik yang sampai ke TPS langsung diolah. Dan hasilnya langsung disebar ke masyarakat petani yang membutuhkan. Saat ini sampah se-Kota Depok yang ditampung TPS Cipayung sangat bermasalah,” tambah Haji Ahmad Syafe’i.
Pemilik 95 toko BK Grosir dan ribuan pegawai ini juga memberikan masukan terkait mengatasi masalah banjir.
“Pertama Aliran sungai dari hulu ke hilir tiap wilayah diperlukan petugas untuk mengawasi sungai di wilayah masing-masing. Kebersihan, keindahan, dan kenyamanan kali dari sampah dan lain-lain dengan menyediakan alat jaring sampah di setiap perbatasan aliran kali, Kedua Setu sebagai penampungan. air harus dipelihara, dirawat dan dijaga dengan menyediakan pegawai/ petugas dari lingkungan masing-masing yang bersangkutan, Ketiga Kebersihan jalan dan gorong-gorong satu paket dikerjakan oleh orang yang berdomisili di wilayah yang bersangkutan. Gorong-gorong harus dalam.keadaan bersih. Setiap habis hujan gorong-gorong langsung dibersihkan agar terbebas dari sampah dan air yang tergenang harus langsung disedot,” ujar Haji Ahmad Syafe’i.
Menutup percakapan, Ayahanda Rizky Apriwijaya mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini juga mengungkapkan banyak manfaat luar biasa jika Pemerintah Kota Depok dapat melaksanakan 3 solusi mengatasi permasalahan macet, sampah dan banjir ini.
“Jika Pemerintah menerapkan solusi yang saya paparkan tadi, InshaAllah manfaatnya sangat luar biasa, dapat membuka lapangan pekerjaan baru, Depok terhindar dari macet, masalah sampah dapat teratasi, dan masalah banjir dapat terselesaikan,” ungkapnya.
“Harapan saya, MAJU DEPOKKU, TIGA MASALAH PRIORITASKU, KEBERSIHAN, KEINDAHAN dan KENYAMANAN HARAPAN KU,” tutup Haji Ahmad Syafe’i.
