Site icon MultiNewsMagazine.com

DOKTOR UI KEMBANGKAN MODEL BISNIS BATERAI SECOND LIFE UNTUK MENDUKUNG TRANSISI ENERGI NASIONAL

DOKTOR UI KEMBANGKAN MODEL BISNIS BATERAI SECOND LIFE UNTUK MENDUKUNG TRANSISI ENERGI NASIONAL

Multinewsmagazine.com – Tren terkini menunjukkan peningkatan penggunaan kendaraan listrik, yang berarti meningkat pula jumlah baterai yang mencapai tahap akhir masa pakainya. Temuan akademisi Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bahwa baterai tersebut tidak harus berakhir menjadi limbah. Ellia Kristiningrum, melalui risetnya di Fakultas Teknik (FTUI), berhasil meraih gelar doktor dengan predikat summa cum laude melalui penelitian yang mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem untuk pemanfaatan kembali baterai kendaraan listrik setelah masa pakainya berakhir.

Dalam penelitiannya yang berjudul “Model Bisnis Baterai Second Life Kendaraan Listrik di Indonesia Berbasis Perspektif Ekosistem” menawarkan solusi atas salah satu tantangan terbesar dalam transisi energi: pengelolaan baterai kendaraan listrik yang kapasitasnya menurun. Meski tidak lagi optimal digunakan pada kendaraan, baterai tersebut masih memiliki kemampuan menyimpan energi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sistem penyimpanan listrik untuk sektor industri, komersial, maupun komunitas. Pendekatan ini tidak hanya memperpanjang umur pakai baterai, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan akibat limbah baterai.

Ellia menekankan bahwa keberhasilan pemanfaatan kembali baterai tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada tata kelola, koordinasi, dan pertukaran informasi antarpemangku kepentingan. Model bisnis yang dikembangkannya menempatkan ecosystem orchestrator sebagai penghubung utama antara produsen kendaraan, produsen baterai, perusahaan pengujian, industri pemanfaatan kembali, perusahaan daur ulang, regulator, hingga pengguna akhir. Dengan demikian, seluruh proses, mulai dari pengumpulan, pengujian kondisi, pemanfaatan kembali, hingga daur ulang, berlangsung lebih terintegrasi, transparan, dan efisien.

Salah satu kontribusi penting dari penelitian ini adalah diperkenalkannya konsep verified energy asset, yakni pendekatan yang memandang baterai bekas kendaraan listrik bukan lagi sebagai limbah, melainkan sebagai aset energi bernilai ekonomi. Melalui sertifikasi, battery passport, verifikasi kapasitas, dan sistem pengelolaan data performa baterai yang terintegrasi, pemanfaatan kembali dapat dilakukan secara lebih aman, terpercaya, dan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku industri.

“Baterai kendaraan listrik tidak seharusnya dipandang sebagai limbah ketika masa gunanya di kendaraan telah berakhir. Melalui konsep second life, baterai masih memiliki nilai ekonomi dan manfaat besar sebagai penyimpanan energi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan kembali baterai sangat bergantung pada kolaborasi berbagai aktor dalam ekosistem yang terintegrasi. Harapannya, model yang dikembangkan dapat menjadi referensi bagi industri dan pembuat kebijakan dalam membangun ekosistem baterai second life yang berkelanjutan di Indonesia,” tutur Ellia.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi penelitian ini sebagai kontribusi penting dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

“Penelitian Ellia memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan perkembangan industri kendaraan listrik dan agenda transisi energi di Indonesia. Tidak hanya membahas aspek teknologi, penelitian ini menawarkan pendekatan sistemik yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem terintegrasi. Model bisnis yang dikembangkan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ekonomi sirkular, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, serta peningkatan nilai tambah industri baterai nasional,” ujarnya.

Sidang terbuka promosi doktor ini diselenggarakan pada 19 Juni 2026, dengan Prof. Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto bertindak sebagai Ketua Sidang. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Rahmat Nurcahyo, M.Eng.Sc., IPU., selaku Promotor, dan Prof. Dr. Sik Sumaedi, S.T., M.S.M. sebagai Ko-promotor. Dewan penguji terdiri atas Himma Firdaus, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Mochamad Chalid, S.Si., M.Sc.Eng., Dr. rer. pol. Ir. Romadhani Ardi, S.T., M.T., serta Novandra Rhezza Pratama, S.T., M.T., Ph.D.

Selain memperoleh predikat summa cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, keberhasilan Ellia dalam mempertahankan disertasinya turut mengantarkannya menjadi Doktor ke-32 dari Departemen Teknik Industri dan Doktor ke-675 di FTUI.

Riset ini mempertegas posisi UI sebagai perguruan tinggi terkemuka yang konsisten mewadahi beragam riset inovatif berbasis kebutuhan bangsa. Inovasi model bisnis baterai second life membuka peluang kontribusi nyata bagi masyarakat dalam menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan, mendukung ekonomi sirkular, dan mempercepat transisi menuju energi hijau.

 

 

 

Exit mobile version