Memasyarakatkan NU dan MengNU-kan Masyarakat

0
257

 

Multi News Magazine (19/11/2019) Untuk wilayah Curug Bojongsari, nama Ustad Waluyo, Shi., MH cukup dikenal dengan baik sebagai salah satu Tokoh Masyarakat Curug Bojongsari. Beliau menjabat sebagai  Rois Syuriah Nahdatul Ulama (NU) Kelurahan Curug Bojongsari periode Tahun 2018-2023, Ketua Majelis Dzikir Al Fajri, dan Ahli Spiritualis dari Kota Cirebon yang dikenal sebagai Kota Wali (Kota tempat para Wali).

Sebagai orang yang diberikan mandat menjadi Rois Syuriah atau Ketua Ranting Kelurahan Curug Bojongsari,  beliau berpendapat hal itu merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan mengimplementasikan ke dalam bentuk beberapa program kerja. Salah satu bentuk program kerja prioritas yang sedang beliau laksanakan adalah pembenahan struktural organisasi NU Curug Bojongsari, yaitu dengan membereskan management organisasi, membentuk muslimat NU, membentuk anak ranting NU, membentuk Fatayat NU, disamping pelaksanaan program kerja lainnya.

Organisasi Nahdatul Ulama (NU) secara pribadi memiliki arti tersendiri bagi Ustad Waluyo, kehadiran beliau di organisasi NU merupakan bentuk Ta’dzim dan pengabdian  beliau dalam mengharapkan berkah dari Allah SWT melalui para guru dan ulama, karena NU adalah wadahnya para alim ulama yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Dan eksistensi beliau di organisasi NU adalah bagian dari ibadah yang InsyaAllah dengan restu para ulama, hidup kita menjadi lebih berkah dan dapat memberikan kemaslahatan bagi umat sesuai dengan doa KH. Hasyim Asy’ari bahwa 1. Siapa saja yang hikmat di Nahdatul Ulama akan diakui sebagai santri beliau, 2.  Didoakan oleh beliau, akhir hayatnya akan khusnul khotimah.

Obsesi pribadi seorang ustad Waluyo sebagai Ketua Ranting organisasi NU, “Saya ingin warga masyarakat NU yang ada di Kelurahan Curug Bojongsari yang mempunyai sejarah dari kakek neneknya bagian dari ahli sunah wal jamaah, tidak hanya amaliyah ibadahnya saja yang ditingkatkan, tapi secara pergerakan atau harokahnya juga diharapkan masuk ke dalam wadah organisasi NU. Untuk bersama-sama menghidupkan dan membesarkan organisasi NU  dan memiliki rasa jiwa nilai-nilai NU, memasyarakatkan NU dan Meng-NUkan masyarakat. Memasyarakatkan NU dan MengNUkan masyarakat artinya di dalam kultur masyarakat, amalan amaliyahnya azwaja Ahli Sunah Waljamaah bisa diterapkan.”

Ustad Waluyo lahir dan besar di desa Purbalingga, dan beliau masih keturunan trah garis keturunan  Eyang Syech Maulana Pandan Sari  yang dikenal dengan julukan Mbah Adeg Widuri yang berasal dari keturunan trah Kraton Cirebon. Julukan nama Adeg Widuri konon menurut cerita orang tua dulu, ketika Syeh Maulana Pandan Sari bertapa/tafakur dengan menancapkan pohon berduri yang akhirnya Eyang Syech Maulana Pandan Sari mukso/murca/menghilang di tempat tersebut yang berubah menjadi makam, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai Mbah Adeg Widuri. Dan sampai saat ini tempat tersebut  menjadi makam beliau yang banyak dikunjungi para peziarah, baik dari kalangan para ulama dan masyarakat dari berbagai wilayah. Eyang Syech Maulana Pandan Sari konon menurut cerita turun temurun merupakan tokoh yang membabat alas yang saat ini dikenal sebagai Kabupaten Purbalingga, dan sejarahnya bisa dilihat di Google.

Sosok alumnus fakultas Syariah dan hukum Universitas UIN Syarief Hidayatullah Jakarta dan juga merupakan alumnus Universitas UPN Veteran Jakarta ini sejak usia 22 tahun sudah dianugerahi kemampuan ilmu spiritual dengan bimbingan sang guru bapak KH. Muhammad Sholeh yang berasal dari tanah Cirebon, dengan guru besarnya Syech Abdul Goni AL Tinumpuki. Dengan keberkahan metode dzikir dan doa yang diridhoi oleh  Allah SWT, Alhamdulillah beliau sudah banyak membantu berbagai kalangan dengan berbagai macam keluhan permasalahan kehidupan.

Keberkahan dari metode dzikir dan doa yang diterapkannya, banyak orang yang pernah ditolong atau disembuhkan oleh beliau, sehingga menjadi sadar dan menjadi tekun beribadah kepada Allah SWT yang pada akhirnya mereka meminta dibimbing menjadi santri dan bergabung menjadi jamaah Majelis Dzikir Al Fajri yang dipimpinnya.

Sebagai seorang Spiritualis, beliau memprediksi bahwa dalam ajang Pilkada Kota Depok nanti, sepertinya pihak yang saat ini berkuasa,  masih akan mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kota Depok kembali untuk periode mendatang. (Erna Multiningsih)

DATA PRIBADI

Identitas Diri

Nama                                   :    Waluyo,SHI., M.H.

TempatTanggalLahir

Agama

Status Perkawinan

:

:

:

Purbalingga, 20 September 1970

Islam

Kawin

Indonesia

Jl.Baitul Amin No. 70, RT.03, RW.02  KelurahanCurug,KecamatanBojongsari, Kota Depok. KodePos  1651

Warga Negara                    :

AlamatRumah                    :

 

 

Keahlian/Kompetensi

1 . Konsiliator dan Mediator.

2 . Hukum Islam

3.  HukumAcara (Perdata )

4.. Tabligh/Ceramah

 

Riwayat Pendidikan

Magister Hukum (M.H.) Program Studi lmu Hukum, Fakultas Hukum

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. (S2)  Tahun 2017

Pendidikan Sertifikasi Mediator, PMN (Pusat Mediasi Nasional) Jakarta Tahun 2013

PKPA Pendidikan Keterampilan Profesi Advokat, Jakarta Tahun 2012

Jurusan Peradilan Agama (Ahwalul Syakhsyiyah) Fakultas Syariah & Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (S1) Tahun 2009

Riwayat Pekerjaan

Mediator Pengadilan Agama Depok Tahun 2013

Mediator Pengadilan  Agama Cibinong Tahun 2014-2015

Konsultan Analisis Kebijakan Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Pusat Dirjen Pendidikan Islam Tahun 2012

Riwayat Organisasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bojongsari Bidang Komisi Fatwa dan Hukum Tahun 2018-2023

Nahdatul Ulama ( NU) Kota Depok Sebagai Rois Syuriah (Ketua) Ranting Kelurahan Curug, Bojongsari, Depok, Sebagai Khatib Nahdatul Ulama Kecamatan Bojongsari , Depok Tahun 2018-2023

HISSI (Himpunan Sarjana Syariah Indonesia) Jakarta, Humas (Hubungan Masyarakat) Tahun 2009-sekarang

Pendiri & Ketua MajelisDzikir Al-Fajri, Kelurahan Curug, Bojongsari Depok Tahun 2000-sekarang.

Humas, Partisan Siliwangi Kabupaten Cirebon Tahun 1995-1999

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =