Pengusaha Digital Printing Kena Tipu

0
55

Multi News Magazine, Depok – Berawal dari bisnis digital printing yang di janjikan oleh seorang kenalan baru, Harun sebagai seorang pengusaha tentunya sangat antusias untuk menggeluti dunia bisnis ini. Namun hanya kemalangan yang didapat beliau, setelah membeli mesin second yang ditawarka oleh Baharizki, seorang sales PT. Aneka Warna yang beralamat di wilayah Sunter tahun 2017 yang dikenalkan oleh seorang teman sekolahnya pada waktu di jakarta yang bernama M. Dudy Ridwan yang juga bekerja di perusahaan yang sama.

Dalam proses waktu perjalanan bisnis digital, masalah tak kunjung selesai ada saja kerusakan pada mesin tersebut, khususnya pada printheadnya sehingga tidak bisa beroperasional dengan baik. Pada saat itu, bertemulah dengan teknisi yang bernama Wahyono Triwidodo sebagai teknisi mesin yang dikenalkan oleh Rizki yang ternyata sebagai pemilik mesin tersebut. Pada proses perbaikan mesin tersebut, ternyata tak kunjung selesai hingga widodo akhir nya menawarkan tukar tambah mesin dengan mesin miliknya yang ada di rumahnya yang berada di wilayah jalan Grand Depok City dengan cara tukar tambah sebesar 6 juta.

Akhirnya proses tukar tambah disepakati dan Harun memberikan DP 2.5 juta dan sisanya akan di bayarkan setelah mesin bisa berjalan, namun mesin yang ditukar ternyata juga bermasalah pada printheadnya yang harus diganti. Dengan alasan cari printhead pengganti, Widodo terus mengulur waktu untuk menyelesaikan perbaikan mesin tersebut, sampai akhirnya kontrakan ruko yang disewa Harun habis masanya pada tahun 2018. Dan mesin dikembalikan ke rumah widodo yg beralamat Grand Depok City Blok C No. 2 untuk di perbaiki.

Setelah hampir 2 bulan, ternyata mesin tersebut ternyata dibiarkan tergeletak disamping bangunan rumah nya tanpa ada niat baik untuk diperbaiki. Alhasil membuat Harun kecewa dan akhirnya mengambil mesin tersebut yang dalam keadaan rusak ke tempat kontrakannya yang baru di bojonggede. Selang waktu 2 bulan berjalan, pada tahun 2019 barulah Widodo mendatangi kontrakan Harun yang baru untuk memperbaiki mesin tersebut, namun begitu datang ke lokasi, Widodo hanya melihat saja dan setelah itu pergi dan berjanji akan datang lagi membawa sparepart yang ketinggalan.

Semenjak kedatangan terakhir itu dan sampai sekarang Widodo tidak memberi kabar dan ternyata Widodo sudah sebulan tidak tinggal di rumah yang beralamat di GDC tersebut alias pindah rumah sesuai informasi yang diberikan pihak keamanan setempat. Dan ternyata banyak pihak yang senasib dengan Harun. Untuk itu, Harun mantap akan melaporkan kasus ini ke Polres Depok dengan membawa barang bukti yang dimilikinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here