Multinewsmagazine.com – Gerakan UI Mengajar (GUIM) Angkatan 15 menghadirkan peran aktif mahasiswa untuk terjun langsung mendukung proses pembelajaran di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Gerakan ini diinisiasi untuk menjawab masalah ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan aksi GUIM Angkatan 15 secara resmi dimulai melalui Pembukaan Aksi yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon pada Rabu (7/1). Sebanyak 108 mahasiswa yang tergabung sebagai panitia dan pengajar diberangkatkan untuk menjalankan program pengabdian masyarakat berbasis pendidikan di enam titik, yakni SDN 2 Dukuhwidara, SDN 1 Seuseupan, SDN 1 Karanganyar, SDN 2 Orimalang, SDN 3 Sindangjawa, dan SDN 3 Kasugengan Kidul.
Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Widhyasmaramurti, S.S., M.A., M.P.P., menyampaikan bahwa Gerakan UI Mengajar dirancang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa peran pengajar tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga pada upaya membangun kepercayaan diri anak-anak dalam proses pembelajaran. “Pengajar memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Yadi Supriyadi, S.Sos., M.Pd., menilai Gerakan UI Mengajar sebagai inisiatif pengembangan pendidikan yang relevan dalam mendukung penguatan proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui Gerakan UI Mengajar Angkatan 15, Universitas Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan di daerah melalui keterlibatan aktif mahasiswa. Program ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.






