⁠Legislator Fanny Fatwati Putri : Kelompok Masyarakat Marjinal, Seperti Warga Miskin dan Penyandang Disabilitas Berharap Diberikan Ruang Untuk Bersuara

⁠Legislator Fanny Fatwati Putri : Kelompok Masyarakat Marjinal, Seperti Warga Miskin dan Penyandang Disabilitas Berharap Diberikan Ruang Untuk Bersuara

⁠Multinewsmagazine.com – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Golkar Fanny Fatwati Putri telah melaksanakan Kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 di 4 lokasi wilayah yang berbeda dari 29 Januari sampai 1 Februari 2026.

Kegiatan reses dimulai pada 29 Januari di wilayah RT 08 RW 01 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos – Kota Depok, 30 Januari di wilayah RT 05 RW 04 Kelurahan Jatijajar,

Kecamatan Tapos – Kota Depok, 31 Januari di wilayah  RT 03 RW 07 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos – Kota Depok, dan tanggal 1 Februari di wilayah  RT 02 RW 02 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos – Kota Depok.

“Selama 4 hari kegiatan reses yang saya lakukan, warga banyak mengeluh tentang Realisasi infrastruktur jalan, Saluran air mampet, Kebutuhan Posyandu, ⁠Tenaga kerja lansia, ⁠Drainase, dan Layanan Pendidikan dan Kesehatan,” ujar Fanny Fatwati Putri kepada awak media multinewsmagazine.com, Selasa malam (3/2/2026).

Dihadapan 150 warga yang hadir per satu titik wilayah yang dikunjunginya, Legislator Partai Golkar yang duduk di Komisi D ini menjelaskan tujuan kegiatan reses.

“Tujuan dari reses anggota legislatif DPRD adalah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah pemilihan guna menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan mereka. Dan kegiatan reses ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan kewajiban konstitusional saya untuk turun langsung ke lapangan guna menghimpun aspirasi, masukan, dan pengaduan masyarakat,” ucap Fanny.

Fanny melanjutkan,”Masa reses adalah waktu bagi kami untuk berhenti sejenak dari tugas di kantor dewan dan mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh warga di daerah pemilihan saya. Fokus Aspirasi terkait  Perbaikan Jalan & Drainase, Kesehatan & Pendidikan, Fasilitas Umum.”

“Tentunya keluhan warga akan segera saya tindaklanjuti dalam bentuk Komitmen Tindak Lanjut (Pokir), setiap aspirasi yang warga sampaikan pada saat reses akan saya catat dan perjuangkan untuk masuk ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Usulan ini akan menjadi dasar perumusan kebijakan dan penganggaran di APBD Tahun 2026 agar setiap program pembangunan tepat sasaran sesuai kebutuhan rakyat dari bawah,” terang Fanny.

Politisi Partai Golkar Kota Depok juga menyampaikan beberapa harapan warga terkait Realisasi Infrastruktur dan Layanan Dasar, Peningkatan Sektor Pendidikan dan Kesehatan, ⁠Akomodasi dalam Pokok Pikiran (Pokir), ⁠dan Reses yang Inklusif: Kelompok masyarakat marjinal.

“Warga berharap Realisasi Infrastruktur dan Layanan Dasar: Warga sangat berharap usulan mengenai perbaikan jalan, pembangunan drainase untuk mencegah banjir, renovasi tempat ibadah, serta perbaikan fasilitas kesehatan seperti Posyandu dapat segera diwujudkan, Peningkatan Sektor Pendidikan dan Kesehatan: Aspirasi terkait kualitas pendidikan dan akses layanan kesehatan sering kali mendominasi diskusi reses, di mana warga menginginkan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka,” kata Fanny.

“Akomodasi dalam Pokok Pikiran (Pokir): Warga berharap aspirasi yang mereka sampaikan tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar dimasukkan ke dalam dokumen Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk kemudian dianggarkan dalam APBD oleh pemerintah daerah, dan Reses yang Inklusif: Kelompok masyarakat marjinal, seperti warga miskin dan penyandang disabilitas, berharap diberikan ruang untuk bersuara agar kebijakan yang diambil tidak salah sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga yang paling membutuhkan,” pungkas Fanny Fatwati Putri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *