Pengusaha Wanita Ika Irmawati Menganggap Program Berobat Gratis Hanya bermodalkan KTP Depok Hanya Merupakan Program Halusinasi Semata

 

Multinewsmagazine.com (16/10/2020) – Masa kampanye adalah masa-masa dimana janji-janji politik yang berbentuk program-program disosialisasikan atau diumbar.

Namun ada kalanya kita sebagai masyarakat pemilih harus cerdas mempelajari program atau janji-janji politik yang ada selama masa kampanye yang sedang berlangsung saat ini.

Tampaknya banyak kalangan masyarakat sudah semakin cerdas menyikapi janji-janji politik berupa program-program yang ditawarkan para Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, salah satunya Ika Irmawati seorang pengusaha wanita yang sudah 29 tahun berdomisili di Kota Depok.

Ika menyoroti dan menganggap program berobat gratis hanya bermodalkan KTP Depok merupakan program atau janji politik yang sifatnya hanya halusinasi semata.

“Tidak masuk akal pastinya, Karena selama ini pengobatan gratis diajukan kepada dinkes dan dinsos sesuai dengan prosedur dan kondisi pasien. Sementara kebanyakan kita sudah membayar dan jadi anggota bpjs. Jelas sekali program berobat gratis hanya bermodalkan KTP Depok hanya sebuah program halusinasi semata,” ujar Ika Irmawati.

Ika lebih memilih dan mendukung Paslon 02 Idris-Imam, karena program-program atau janji-janji politiknya lebih real, karena sosok pak Idris dan pak Imam semua orang sudah tahu track recordnya selama ini, jelas lebih pengalaman.

“Saya memilih mendukung Paslon 02, karena saya berharap pemimpin yang amanah dengan dukungan partai yg sudah jelas track recordnya (Islam sebagai rahmatan lil’alamin), dan saya optimis Paslon 02 akan meraih hampir 85 % suara,” jelas Ika.

Ika menambahkan, alasan dirinya tidak mendukung paslon 01, karena Track record dari partai pengusung dan pendukung paslon 01.

Wanita berdarah Minang yang berkarier sebagai Deputi Pemberdayaan Masyarakat DPP MC3, Presidium di Yayasan Rumah Nelayan Indonesia, dan Ketua DPD Gerakan Indonesia Anti Narkotika Kota Depok ini berpendapat, mungkin bukan program UMKM lagi yang tepat saat ini, karena masyarakat butuh peran serta dari Pemerintah Daerah dalam menghadapi covid dan situasi yang semakin sulit ini. Dirinya menyarankan sebaiknya dibuat program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan masyarakat sebagai Pokja sehingga secara berkala dapat meningkatkan penghasilan setiap masyarakat yg tergabung dalam Pokja tersebut.

“Jika nanti Allah SWT mentakdirkan Paslon 02 menang Pilkada, Segera membentuk program pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi situasi akibat covid dimana sebagian masyarakat sangat terdampak pandemi, ” harap Ika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *