Wijayanto : Untuk Membuat Program Kegiatan Holistik Integratif Harus Berbasis Data

 

Multinewsmagazine.com (15/9/2022) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Wijayanto memberikan sosialisasi penguatan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) kepada ratusan pengurus Bunda PAUD di tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Depok. Sosialisasi penguatan PAUD HI diberikan saat kegiatan Workshop Optimalisasi Program Kerja Bunda PAUD dan Pokja Bunda Paud di Dibaleka II lantai 10 Rabu (14/09/22).

“Kegiatan kali ini dalam rangka mengintegrasikan program-program terkait dengan PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Yakni perspektif pendidikan anak usia dini meliputi kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan, pengasuhan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Dikatakannya, dalam perspektif PAUD adalah semua yang ada pada anak, baik potensi maupun talentanya itu harus dalam terakomodir pada proses pendidikan yang kita laksanakan. Menurutnya, secara sederhana, HI bisa dibagi menjadi tiga unsur yakni unsur jasad, akal dan hati.

“Maka menyambung dengan program kerja orientasi kita fokus pada tiga hal itu saja. Memang kita punya target kota layak anak namun untuk mencapai itu semua tiga unsur itu harus ada. Terlebih Kota Depok konsen terhadap pendidikan anak, maka dari unsur apa yang harus kita kerjakan untuk itu kita harus mengetahui pemahamannya,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, untuk membuat program kegiatan HI juga harus berbasis data. Data itu harus digali dengan turun ke lapangan langsung. Misalnya terkait data imunisasi anak dan stunting dari data itu baru kemudian diolah.

“Dengan berbasis masalah data baru kita rumuskan masalah, dari situ berbasis orientasi target dan bisa merencanakan kegiatan. Dari setiap masalah baru dijabarkan dengan tiga unsur HI tadi,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, workshop ini diadakan agar para pendidik dapat diarahkan bersama Pokja PAUD dan Disdik agar bersama dapat membuat program berbasis data, berbasis masalah dan berbasis target. Dan juga dengan mengevaluasi target terdahulu.

“Misalnya bagaimana siklus manajemen itu dari planning, perencanaan, mengorganisir perencanaan itu supaya jadi jalan kemudian menggerakkan kemudian hingga mengontrol mengevaluasi nanti dari evaluasi itu untuk dasar perencanaanya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *