Supyana, Kepsek SMAN 5 Depok : Harus Berdamai Dengan Diri Sendiri Terlebih Dahulu Agar Bisa Menyelesaikan Permasalahan

Multinewsmagazine.com – Bicara mengenai daftar sekolah favorit di wilayah barat Kota Depok, tentu saja SMAN 5 Depok pasti masuk dalam daftar tersebut. Beralamat di Perum Jalan Bukit Rivaria Sektor 4, Bedahan, SMAN 5 Depok cukup banyak diminati para siswa lulusan sekolah menengah pertama di wilayah Kecamatan Sawangan maupun Kecamatan Bojongsari dan sekitarnya setiap tahunnya.

Menilik secara singkat sejarah keberadaan SMAN 5 Depok, Pada tanggal 16 Juni 2001, seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru serta bertepatan berdirinya Dinas Pendidikan Kota Depok. Dinas Pendidikan Kota Depok berencana untuk menambah sekolah menengah atas negeri di wilayah Kota Depok yang pada saat itu sedang menjadi kota berkembang. Dinas Pendidikan Kota Depok bersama dengan Ibu Dra, Erry Sriyanti pun mencari lahan-lahan yang direncanakan untuk mendirikan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Depok untuk Kelas Jauh. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Depok untuk Kelas Jauh ini nantinya akan menjadi cikal bakal berdirinya Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Depok.

Setelah melakukan survei ke berbagai wilayah di kota Depok akhirnya, Dinas Pendidikan Kota Depok memilih Perumahan Bukit Rivaria, Sawangan sebagai wilayah yang seusai dengan berbagai pertimbangan seperti wilayah yang strategis, terjangkaunya moda transportasi dan kondusifnya lingkungan sekitar untuk proses kegiatan belajar mengajar. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Depok untuk Kelas Jauh ini mengalami kendala dikarenakan belum memiliki gedung untuk dijadikan tempat proses kegiatan belajar mengajar namun kegiatan belajar mengajar harus segera dimulai. Oleh karena itu, sebagai solusinya proses kegiatan belajar mengajar selama beberapa bulan dialihkan di gedung SMU Muhammadiyah 38, Sawangan sementara menunggu proses pembangunan gedung selesai.

Pembangunan gedung yang selesai pada bulan Desember 2001 ini menghasilkan 4 ruangan. Kegiatan belajar mengajar yang bermula di gedung SMU Muhammadiyah 38, Sawangan pun mulai dipindahkan ke gedung baru tersebut, dengan kepindahan proses kegiatan belajar mengajar Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Depok untuk Kelas Jauh ke gedung baru menjadikan sekolah tersebut berganti nama menjadi Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Depok.

Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Depok pun diresmikan pada tanggal 24 Februari 2003 dengan Ibu Dra. Erry Srianti sebagai kepala sekolah pertama. Seiring dengan bergantinya tahun ajaran dan bertambahnya siswa, penambahan gedung terus dilakukan hingga menghasilkan 17 ruangan.

Saat memasuki tahun ajaran 2003/2004, tepatnya pada bulan September 2003, Dra. Erry Srianti melepas jabatan sebagai kepala sekolah dan digantikan oleh Drs. Jumati hingga 2004. Pada tahun 2005 dibawah pimpinan oleh Dra. Hj. Jasni Evawati dan berganti pada tahun 2008 dibawah pimpinan Dra. Wartini hingga 2009, pada tahun 2010 oleh Dra. Desry Ningsih hingga tahun 2011, pada tahun 2012 oleh Drs. Dede Agus Suherman hingga tahun 2014, pada tahun 2015 oleh Sahadi, M.Pd, pada tahun 2016 oleh H. Achmad Zakarsih, S.Pd hingga tahun 2019, dan pada tahun 2020-hingga 2021 oleh Hj. Zarifatma, S,Pd., M.Pd, pada tahun 2021-sekarang dibawah pimpinan Supyana, S.Pd.

Dibawah kepemimpinan Supyana, saat ini siswa di SMAN 5 Depok berjumlah1.100 orang siswa, dan sekitar 30 persennya terdapat siswa tidak mampu, 60 orang staf pengajar dengan 28 jumlah kelas.

Bicara mengenai prestasi tentu saja sebagai sekolah favorit SMAN 5 Depok mempunyai prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

“Alhamdulillah SMAN 5 Depok masih seperti dulu masih mempunyai banyak prestasi, hanya butuh waktu saja untuk lebih meningkatkan prestasinya. Memang harus diakui, prestasi paling menonjol paling banyak di bidang non akademik, seperti prestasi Seni tari dan olah raga footsal, karena kami mempunyai pelatih-pelatih yang handal dibidangnya dan mempunyai wawasan yang luas. Dan memang harus diakui fasilitas olah raga di SMAN 5 Depok paling komplit,” ujar Supyana.

Ketika pembicaraan terkait persiapan PPDB 2023, apakah akan mempertahankan posisi 28 rombel, Supyana mengatakan tergantung peminat, tentu dirinya dan seluruh staf pengajar akan melayani.

“Terkait persiapan PPDB 2023, pihak kami siap melayani, tergantung peminatnya, dan akan kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” kata Supyana dengan diplomatis.

Sosok Supyana yang telah 22 tahun menjadi ASN dan mengabdi di dunia pendidikan, euforia dan kegaduhan-kegaduhan yang mewarnai masa-masa PPDB dari tahun ke tahun menjadi hal yang biasa bagi dirinya.

“Saya harus pandai menata hati dan pikiran sesuai dengan prinsip hidup saya ‘Berdamai dengan Diri Sendiri’ agar tidak terjadi gejolak dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, agar tercipta situasi dan kondisi yang kondusif, walau harus ditempuh cara-cara kompromi,” ucapnya.

Terkait kendala yang dihadapi SMAN 5 Depok saat ini, yang akses jalannya selalu banjir saat hujan deras, Supyana berharap dibuatkan turap.

“Kami berharap dibuatkan turap agar tidak ada banjir di area akses jalan menuju sekolah SMAN 5 Depok,” pungkas Supyana mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *