Sekdisdik Kota Depok, Sutarno : Ada 3 Dosa Besar yang Harus Dibersihkan Dari Satuan Pendidikan Demi Suksesnya Program Merdeka Belajar Untuk Membentuk Profil Pelajar Pancasila.

 

Multinewsmagazine.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah mencanangkan reformasi sistem pendidikan Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar. Program pendidikan Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Tujuannya Program Merdeka Belajar adalah untuk menggali potensi terbesar para guru-guru sekolah dan murid serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri.

Untuk dunia pendidikan Kota Depok, pihak Disdik Kota Depok telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi program merdeka belajar, dan terus mengimplementasinya demi mensukseskan program merdeka belajar di Kota Depok.

“Yang perlu dipahami dari program merdeka belajar adalah pendekatan, memilih mata pelajaran, meningkatkan bakat, dan sumbangsih bagi bangsa dan negara, dan program merdeka belajar dari Kemendikbud RI itu sebenarnya adalah sebuah misi dari Kemendikbud yang bahwasanya sukses merdeka belajar menuju Indonesia Maju yang tujuannya membentuk profil pelajar pancasila. Profil Pelajar Pancasila adalah merupakan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Sutarno, Sekdisdik Kota Depok saat ditemui awak media di kantornya, Senin (6/2/2023).

Sutarno menambahkan, tahapan dari program merdeka belajar tahap satu adalah dengan adanya kebijakan terkait berlakunya aturan PPDB sistem zonasi, pembayaran biaya operasional sekolah yang langsung ke sekolah.

“Tahap berikut dari program merdeka belajar adalah terkait tentang Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Sekolah penggerak adalah sekolah yang di dalamnya sudah menerapkan program-program yang sudah menuju program merdeka belajar, termasuk kurikulum yang didesain sedemikian rupa sehingga materinya disesuaikan dengan anak didik dan kemerdekaannya, asesmen nasional dan raport pendidikan yang berbasis data. Dan guru penggerak adalah guru yang memiliki keleluasaan dalam menjadikan konsep pembelajaran kepada siswa didik agar lebih mandiri dengan kurikulum yang memiliki beragam konten, sehingga lebih mengoptimalkan waktu untuk mendalami dan menguatkan kompetensi diri,” tambahnya.

Sutarno melanjutkan, “Demi suksesnya program merdeka belajar, pihak Disdik Kota Depok mengadakan diklat untuk para guru, dan memfasilitasi satuan pendidikan pendukung dari mulai sarana dan prasarana, lingkungan dan suasananya. Dengan adanya kompetensi yang sudah ditanamkan kepada guru penggerak dan sekolah penggerak, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, program merdeka belajar harus jalan terus,” lanjutnya.

Sutarno juga mengatakan bahwa di dalam pelaksanaan program merdeka belajar ada 3 dosa yang harus dibenahi dari satuan pendidikan, yakni tindakan pelecehan, perundungan atau bullying dan intoleransi. Tiga hal ini harus tidak ada di satuan pendidikan, harus ‘clean’ demi suksesnya program merdeka belajar untuk membentuk profil pelajar pancasila,” pungkas Sutarno mengakhiri perbincangan dengan awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *