GURU BESAR UI TEKANKAN STRATEGI ADAPTIF AGAR UMKM BERTAHAN DI TENGAH DISRUPSI PASAR

GURU BESAR UI TEKANKAN STRATEGI ADAPTIF AGAR UMKM BERTAHAN DI TENGAH DISRUPSI PASAR

Multinewsmagazine.com – Prof. Dr. Rifelly Dewi Astuti, S.E., M.M., Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), mengungkapkan pentingnya pemasaran entrepreneurial sebagai pendekatan strategis bagi UMKM dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat, disruptif, dan penuh ketidakpastian.

Hal itu disampaikannya dalam orasi ilmiah berjudul “Pemasaran Entrepreneurial: Peran Strategis dalam Penciptaan Nilai menuju UMKM Berkelanjutan”, pada pengukuhan guru besarnya, Sabtu (23/5) lalu, di Balai Sidang UI.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rifelly menyoroti perkembangan teknologi digital yang mengubah cara nilai diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertukarkan di pasar. Ia juga menilai perilaku konsumen yang kini berubah signifikan, dari sekadar penerima nilai menjadi co-creator of value yang aktif membentuk pengalaman dan identitas merek. Perubahan ini menuntut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pasar.

Menurutnya, UMKM di Indonesia memiliki karakteristik adaptif yang berbeda dibandingkan perusahaan besar. Dalam keterbatasan sumber daya, keputusan pemasaran UMKM kerap dilakukan secara fleksibel dengan mengandalkan intuisi, pengalaman, dan respons cepat terhadap perubahan pasar. Pendekatan tersebut berkembang menjadi pemasaran entrepreneurial yang mengintegrasikan prinsip kewirausahaan dan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai melalui inovasi dan pemanfaatan peluang secara kreatif.

Entrepreneurial diwujudkan melalui tujuh dimensi utama, yakni customer focus, innovativeness, value creation, opportunity focus, proactiveness, calculated risk-taking, dan resource leveraging. Orientasi pelanggan memungkinkan UMKM membangun hubungan personal dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, sementara inovasi membantu UMKM tetap relevan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Karena itu, keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan kemampuan memperoleh keuntungan jangka pendek, melainkan juga kemampuan beradaptasi, bereaksi cepat terhadap krisis, dan memanfaatkan peluang yang muncul dari ketidakpastian. Faktor kompetensi pemilik seperti literasi keuangan, jaringan sosial, kapasitas inovasi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi disebut memiliki peran penting dalam membangun ketahanan usaha.

“Pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya terbesar atau modal yang berlimpah, tetapi oleh mereka yang paling adaptif, inovatif, dan paling dekat dengan pelanggannya. Inilah esensi pemasaran entrepreneurial, yang harus ditanamkan dalam praktik bisnis sehari-hari terutama untuk UMKM,” ujar Prof. Rifelly.

Prof. Rifelly menegaskan bahwa pemasaran entrepreneurial memandang keterbatasan bukan sebagai hambatan, melainkan sumber kreativitas yang mendorong UMKM untuk berinovasi, menciptakan solusi baru, dan menangkap peluang yang kerap terlewat oleh bisnis besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kapabilitas kewirausahaan, dukungan kebijakan bagi inovasi dan jejaring UMKM, serta pembangunan pola pikir adaptif melalui pendidikan.

“Keberlanjutan UMKM tidak hanya menjaga usaha tetap bertahan, tetapi juga menjaga harapan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat Indonesia,” ujar Prof. Rifelly.

Penelitian tersebut mengantarkan Prof. Rifelly menjadi Guru Besar Tetap bidang Manajemen Pemasaran di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia menempuh pendidikan Sarjana, Magister, hingga Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Indonesia dan telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah nasional maupun internasional, baik dalam bentuk artikel maupun buku.

Selain mengajar, Prof. Rifelly saat ini menjabat sebagai Sekretaris Senat Akademik UI, serta pernah menjadi Kepala Kantor Humas dan KIP UI dan Manajer Kemahasiswaan FEB UI. Ia juga aktif dalam pengabdian masyarakat, khususnya pengembangan UKM dan usaha berbasis potensi daerah.

Di tingkat profesional, Prof. Rifelly tergabung sebagai anggota Tim Pakar Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek, Ditjen Sains dan Teknologi, Kemdiktisaintek, untuk program Bestari, Resona Saintek, dan Tera Saintek. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dan Pengabdi Terbaik Rumpun Sosial dan Humaniora UI Tahun 2024.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *