Multnewsmagazine.com – Universitas Indonesia (UI) terus mempercepat transformasi kelembagaan melalui pelantikan sejumlah pejabat strategis di berbagai bidang. Penataan kepemimpinan ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola, mendorong pengembangan kewirausahaan dan dana abadi, meningkatkan layanan kesehatan, serta memastikan UI siap menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan itu, Rektor UI melantik Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, FRANZCOG(Hons), Sp.OG., M.P.H., FICRM sebagai Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas. UI juga melantik Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati Suria, MDSc., Sp.Ort(K). sebagai Direktur Utama Unit Kerja Khusus UInvest, serta Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo, S.H., M.Si. sebagai Kepala Kantor Penanganan Kode Etik dan Kode Perilaku pada Direktorat Transformasi Budaya dan Tata Kelola.
Di sektor layanan kesehatan, UI melantik drg. Arianti Anaya, M.K.M. sebagai Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Sementara itu, untuk Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) UI, Prof. Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas, didampingi Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D. sebagai Anggota Dewan Pengawas. Rektor juga melantik jajaran Direksi RSKGM UI yang terdiri atas Prof. Dr. dr. Rakhmad Hidayat, Sp.N., M.A.R.S. sebagai Direktur Utama, Dr. drg. R.M. Tri Ardi Mahendra, Sp.Pros(K). sebagai Direktur Pelayanan Medis, serta drg. Aloysius Putut Wijanarko, M.Sc. sebagai Direktur Infrastruktur dan Administrasi Umum.
Dalam sambutannya, Rektor UI menegaskan bahwa perubahan organisasi merupakan langkah yang diperlukan agar universitas mampu beradaptasi dengan dinamika dan tantangan baru. Menurutnya, penguatan kelembagaan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola, tetapi juga mempercepat pencapaian visi UI sebagai universitas unggul yang mandiri, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Salah satu transformasi strategis yang dilakukan adalah pembentukan Lembaga Pengelola Dana Abadi UI (UInvest) sebagai pengembangan dari direktorat yang sebelumnya mengelola dana abadi universitas. Transformasi ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola investasi dan mempercepat pencapaian target Dana Abadi UI sebesar Rp1 triliun,” ujar Prof. Heri.
UI menempatkan sumber daya terbaik dalam struktur baru UInvest sekaligus memperkuat jejaring dengan para filantropis, alumni, dan dunia usaha. Ke depan, pengembangan Dana Abadi akan menjadi salah satu prioritas utama universitas, seiring dengan pengembangan kawasan kampus dan perluasan kerja sama strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, transformasi dilakukan pada sektor layanan kesehatan. Setelah pembenahan tata kelola dan manajemen, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menunjukkan perkembangan yang positif dan kini memasuki fase ekspansi layanan. Dalam jangka panjang, UI menargetkan terbentuknya UI Academic Health System, sebuah sistem layanan kesehatan akademik yang mengintegrasikan RSUI Depok, pengembangan RSUI Salemba, klinik, serta jejaring rumah sakit mitra yang dikelola dengan standar mutu Universitas Indonesia.
Di bidang tata kelola, UI juga memperkuat sistem pengawasan dan budaya organisasi melalui pembentukan Kantor Penanganan Kode Etik dan Kode Perilaku untuk menangani pencegahan dan penanganan kekerasan bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. Menurut Rektor UI, meningkatnya kompleksitas pelanggaran etik di lingkungan kampus memerlukan organisasi yang memiliki sumber daya, kewenangan, dan dukungan anggaran yang lebih memadai.
Rektor berharap seluruh transformasi organisasi yang dilakukan dapat memperkuat kapasitas institusi agar semakin adaptif, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berkolaborasi mendukung penguatan tata kelola, inovasi, dan layanan universitas demi memperkokoh peran UI sebagai perguruan tinggi unggul yang mandiri dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.






