Multinewsmagazine.com – Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan acara pelepasan 33 mahasiswa peserta Program Kuliah Kerja Nyata (K2N) Tahun 2026 di Balai Kirti, Gedung Rektorat Kampus UI Depok, pada Senin (20/7). Acara yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si. tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan K2N sebagai salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Pada tahun ini, mahasiswa UI akan melaksanakan pengabdian melalui tiga skema yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu K2N Tematik di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta; K2N Tematik di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat; serta K2N Internasional yang merupakan bagian dari kolaborasi Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Indonesia bersama Universitas Siliwangi dan ISBI Bandung di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Prof. Hamdi mengapresiasi semangat para peserta dan menegaskan bahwa K2N bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas masyarakat. Beliau berpesan, “Masyarakat mungkin tidak akan mengingat setiap kegiatan yang kita laksanakan, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita hadir, mendengarkan, menghargai, dan memberikan manfaat.” Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program K2N UI tahun 2026 mengusung tema “Satukan Aksi dengan Berjuta Dampak”, yang mencerminkan semangat kolaborasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Melalui pendekatan multidisiplin dan kolaboratif, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan untuk menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Hal ini terlihat dari program kerja yang dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah. Tim K2N Ketapang misalnya, salah satu fokus program kerjanya adalah pendidikan, di mana mereka akan mengajar anak pada rentang usia SD dan anak yang putus/tidak sekolah melalui materi calistung hingga eksplorasi alam, yang artinya sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas). Selain itu, program pemetaan area rawan karhutla dan pelestarian kearifan lokal di Ketapang juga mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) serta SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).
Begitu pun di Kepulauan Seribu (Pulau Lancang), program Bahari Lestari dan Jelajah Ilmu yang diusung secara nyata menjawab tantangan wilayah pesisir. Aksi beach clean-up dan pengolahan ecobrick selaras dengan SDGs 14 (Ekosistem Lautan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sementara pendampingan UMKM berbasis AI dan literasi digital remaja langsung menyasar SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Sementara itu pada skema K2N Internasional, kolaborasi difokuskan pada pengembangan inclusive smart tourism berbasis teknologi serta penguatan ekonomi kreatif yang berangkat dari potensi budaya lokal. Langkah ini merupakan wujud nyata penerapan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Zahra Raudhatul Jannah, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2022, yang menjadi peserta K2N Tematik di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengatakan bahwa K2N menjadi kesempatan baginya untuk menutup masa studi dengan pengalaman pengabdian yang bermakna. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar secara langsung dari masyarakat.
“Kami berharap program yang dijalankan tidak berhenti ketika kami kembali ke kampus. Harapannya masyarakat bisa menjadi lebih mandiri melalui program yang kami bawa, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan,” ujar Zahra.
Melalui Program K2N 2026, UI terus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan membangun kolaborasi bersama masyarakat serta mitra di berbagai daerah, UI berharap setiap program yang dijalankan tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan solusi yang relevan serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.






