Multinewsmagazine.com – Universitas Indonesia (UI) melalui Program Pendidikan Vokasi kembali menyelenggarakan The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) di Semarang pada Kamis (16/7). Agenda strategis ini menjadi wadah kolaboratif para akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan dan hasil riset, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan vokasi, sains terapan, dan teknologi.
Mengusung tema “Technology-Enabled Sustainability: Advancing Green Skills in Applied Sciences”, ICVEAST 2026, yang digelar bersama Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat keterampilan hijau (green skills) sebagai respons terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Tema yang digaungkan juga mencerminkan komitmen pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Konferensi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir secara langsung membuka agenda ini, menyoroti pentingnya membangun pendidikan vokasi sejak jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
“Membangun pendidikan vokasi seharusnya dimulai sejak jenjang SMP, yang kemudian berlanjut ke jenjang SMK dan seterusnya secara kontinu. Pengenalan sejak dini akan membantu para peserta didik memahami bakat dan menentukan bidang kompetensi yang akan dikembangkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taj Yasin menuturkan bahwa insan pendidikan vokasi tidak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja semata, melainkan juga agar menjadi generasi yang adaptif teknologi serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa penyelenggaraan agenda ini merupakan komitmen universitas dalam menjalankan peran strategis di tingkat global. “Konferensi ICVEAST ke-8 diproyeksikan menjadi platform internasional yang strategis untuk saling berbagi praktik baik dan gagasan akademik. Harapannya, konferensi ini akan menumbuhkan diskusi yang mendalam, menginspirasi perspektif baru, mendorong kolaborasi interdisipliner, dan membangun kemitraan internasional jangka panjang,” terangnya.
Sementara Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, menegaskan luasnya peran pendidikan vokasi. “Pendidikan vokasi memiliki peran lebih dari sekadar mempersiapkan lulusan untuk siap bekerja. Pendidikan vokasi adalah tentang membina pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi nyata, memberdayakan masyarakat, dan memberikan dampak yang bermakna. Komitmen ini termanifestasikan dalam nilai-nilai institusional kami, KITA, yang berarti Kompeten, Integritas, Transformatif, dan Adaptif,” papar Safrin.
Guna memperkaya khazanah keilmuan audiens sekaligus memperkuat forum ini sebagai ajang pertukaran pengetahuan lintas negara, ICVEAST 2026 menghadirkan jajaran pembicara utama dari Tajikistan, Malaysia, dan Korea Selatan. Prof. Dr. Zulfiya Mahmadnabi Qurbonzoda (International University of Tourism and Entrepreneurship of Tajikistan) menekankan peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan melalui green campus dan tata kelola lingkungan; Prof. Dr. Nurul Shahnaz Ahmad Mahdzan (Universiti Malaya) menyoroti literasi keuangan digital sebagai fondasi transformasi ekonomi berkelanjutan; sementara Prof. Kim Kyung-hwan (Kyungdong University) menegaskan bahwa transisi hijau harus diiringi dengan pengembangan talenta terapan yang siap menghadapi kebutuhan industri global.
Melalui penyelenggaraan ICVEAST 2026, UI melalui Program Pendidikan Vokasi memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Konferensi ini sejalan dengan pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pengembangan talenta, SDG 9 tentang riset terapan, serta mendukung SDG 13 dan SDG 17 melalui kolaborasi internasional.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang kerja sama yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mitra industri untuk menghasilkan solusi inovatif atas tantangan global, sekaligus memperkuat pengembangan green skills di bidang sains terapan dan teknologi.






