CEGAH GTM DAN DUKUNG TUMBUH KEMBANG ANAK, UI BEKALI ORANG TUA DENGAN EDUKASI DAN PELATIHAN STIMULASI MOTORIK MULUT

CEGAH GTM DAN DUKUNG TUMBUH KEMBANG ANAK, UI BEKALI ORANG TUA DENGAN EDUKASI DAN PELATIHAN STIMULASI MOTORIK MULUT

Multinewsmagazine.com – Universitas Indonesia (UI) melalui Program Studi Fisioterapi Sekolah Vokasi menyelenggarakan edukasi dan pelatihan stimulasi motorik mulut bagi orang tua bayi dan balita serta kader posyandu. Program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk “Sosialisasi Stimulasi Motorik Mulut untuk Mencegah Gerakan Tutup Mulut (GTM) sebagai Upaya Pencegahan Stunting” ini dilaksanakan di Posyandu Mawar A dan B RW 01, Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/8).

Realisasi inisiatif ini berangkat dari masih ditemukannya persoalan Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak ketika mulai memasuki fase pemberian makanan. Kondisi tersebut dapat membuat proses makan menjadi lebih sulit dan berpengaruh terhadap pemenuhan asupan nutrisi anak apabila tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, pemahaman orang tua mengenai kemampuan motorik mulut dan proses makan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kemampuan motorik mulut berperan dalam berbagai tahapan proses makan, mulai dari mengisap, mengunyah, hingga menelan. Stimulasi yang diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan anak dapat membantu mengoptimalkan kemampuan tersebut serta mendukung anak dalam beradaptasi dengan berbagai jenis dan tekstur makanan. Pemahaman ini menjadi semakin penting dalam upaya mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak dan mencegah masalah pertumbuhan, termasuk stunting.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen, menurun dari 21,5 persen pada 2023. Meskipun menunjukkan tren penurunan, angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting tetap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan kader kesehatan di tingkat masyarakat.

Didukung Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktorat Pengabdian Inovasi Sosial (DPIS) UI, kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Fisioterapi Sekolah Vokasi UI secara langsung dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada peserta. Rangkaian kegiatan diawali dengan skrining kondisi GTM dan risiko gangguan pertumbuhan, dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai GTM dan stunting, demonstrasi stimulasi motorik mulut, serta praktik bersama orang tua.

Dalam sesi praktik, orang tua diperkenalkan pada berbagai stimulasi sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Peserta juga memperoleh home program sebagai panduan latihan mandiri sehingga stimulasi dapat dilanjutkan setelah kegiatan selesai. Pendampingan dilakukan secara langsung agar orang tua memahami tahapan stimulasi dan dapat menerapkannya sesuai kebutuhan anak.

Dr. Aditya Denny Pratama, S.St.Ft., M.Fis., AIFO, selaku ketua tim, menegaskan bahwa kemampuan motorik mulut merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses makan dan tumbuh kembang anak.

“Stimulasi sensorik dan motorik merupakan bagian yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk aktivitas otot oral. Oleh karena itu, orang tua perlu dibekali pemahaman dan keterampilan untuk memberikan stimulasi yang tepat sejak dini, sekaligus mengenali apabila terdapat tanda-tanda gangguan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut,” ujarnya.

Selain memberikan pembekalan kepada orang tua, kegiatan ini turut memperkuat peran kader posyandu dalam memantau proses makan dan tumbuh kembang anak di lingkungan masyarakat. Ketua Posyandu Mawar, Agnes, menilai edukasi tersebut memberikan pemahaman baru bagi orang tua maupun kader dalam mengenali kesulitan makan pada anak.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi para orang tua dan kader posyandu, karena memberikan pemahaman yang lebih luas tentang proses makan dan tumbuh kembang anak. Selama ini mungkin masih banyak orang tua yang menganggap anak menutup mulut atau sulit makan sebagai hal biasa. Melalui edukasi ini, kami menjadi lebih memahami apa yang perlu diperhatikan dan bagaimana stimulasi sederhana dapat dilakukan di rumah,” ujar Agnes.

Tim pengabdi berharap pembekalan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga serta diteruskan oleh kader kepada masyarakat sekitar. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, orang tua diharapkan dapat lebih peka terhadap kesulitan makan anak dan memberikan stimulasi yang sesuai sejak dini.

Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya mendukung pemenuhan nutrisi dan pencegahan masalah gizi pada anak serta SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pengetahuan orang tua dan kader mengenai proses makan, stimulasi motorik mulut, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Lebih dari sekadar pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi UI dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Melalui penguatan peran keluarga dan kader posyandu, UI turut mendorong upaya pencegahan masalah gizi serta mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *