Multinewsmagazine.com- Universitas Indonesia (UI) melalui Program Studi Administrasi Rumah Sakit Sekolah Vokasi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon dalam kegiatan konservasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove dengan metode guludan di Pantai Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, pada Sabtu (8/8). Kegiatan ini menjadi manifestasi sinergi pentahelix antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan media dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
Pantai Kesenden dipilih sebagai lokasi karena memiliki karakteristik yang menantang. Bentuk bibir pantai yang tidak lurus serta gelombang kuat kerap membawa lumpur dan sampah, sehingga bibit mangrove yang ditanam secara konvensional berisiko tidak bertahan. Untuk menjawab tantangan tersebut, metode guludan diterapkan dengan memanfaatkan petak pelindung berbahan bambu berisi endapan lumpur. Guludan berfungsi meredam energi gelombang sekaligus melindungi bibit mangrove pada masa kritis pertumbuhannya. Inovasi ini menjadi jawaban atas kondisi pesisir yang dinamis, sekaligus memperkuat peluang keberhasilan rehabilitasi ekosistem.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas), Dr. Ari Nurfikri, SKM., MMR., menyampaikan, “Penanaman mangrove ini bukan hanya tentang menanam bibit, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kami berharap upaya yang dilakukan di Pantai Kesenden dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.”
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Prodi Administrasi Rumah Sakit Sekolah Vokasi UI, yakni Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc.; Dr. Nia Murniati, SKM., MKM.; Elsa Roselina, S.Kp., MKM.; Supriadi, SKM., MARS.; dan Nur Fadilah Dewi, SKM., MKM. Pengmas ini turut melibatkan mahasiswa Sekolah Vokasi UI sebagai bagian dari implementasi pembelajaran dan pelibatan langsung mahasiswa dalam isu keberlanjutan lingkungan. Kehadiran mahasiswa memperkuat dimensi edukasi sekaligus menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap konservasi.
Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk DLH Kota Cirebon, POLAIRUD Polda Jawa Barat, sekolah-sekolah di Cirebon, serta komunitas lingkungan seperti Youth Entrepreneur Studio, Clean Culture Community, GEN-B Cirebon, dan Duta Lingkungan Hidup Jawa Barat. Kepala DLH Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, ST., M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memulihkan ekosistem pesisir. “Melalui kolaborasi dengan Sekolah Vokasi UI, Pantai Kesenden kini memiliki tanaman mangrove yang lebih tahan terhadap ombak dan akan membangun ekosistem pesisir yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bentuk rehabilitasi ekosistem, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda. Keterlibatan sekolah, komunitas, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan menumbuhkan pemahaman bahwa pelestarian pesisir tidak berhenti pada penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan berkelanjutan yang dibina oleh sinergi lintas sektor.
Program Pengmas ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Semangat keberlanjutan ini juga sejalan dengan inisiatif UI GreenMetric World University Rankings, yang menekankan komitmen perguruan tinggi terhadap keberlanjutan dan dampak lingkungan.
Melalui aksi nyata ini, UI menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Konservasi mangrove di Pantai Kesenden menjadi bukti kontribusi UI dalam menjawab tantangan perubahan iklim, memperkuat ekosistem pesisir, serta membangun budaya sadar lingkungan sejak dini. Dampak luas dari pengabdian ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat posisi UI sebagai kampus yang berperan aktif dalam agenda keberlanjutan nasional dan global.






