Multinewsmagazine.com – Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim 9 meraih dua podium pada kompetisi perpajakan tingkat nasional sepanjang 2026, yakni Juara 2 TAXNATION 2026 yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Juara 1 Kompetisi Pajak Nasional (KOMPAK) 2026 yang diselenggarakan Universitas Airlangga (UNAIR).
Tim ini terdiri atas Arsy Fathir Syam dan I Gusti Ngurah Putra Pujanandha dari Program Studi Administrasi Perpajakan Sekolah Vokasi UI, serta Bintang Luthfi Arrasyidu dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UI (FH UI). Bagi ketiganya, kedua kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji pemahaman perpajakan sekaligus menerapkan materi yang dipelajari di perkuliahan.
“Kami ingin menantang diri sendiri dan mengukur sejauh mana pemahaman terhadap ilmu perpajakan yang telah dipelajari. Kompetisi seperti ini juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan analisis terhadap kasus perpajakan secara riil, memperluas relasi, serta membawa nama baik Universitas Indonesia di tingkat nasional,” ujar Arsy.
Dalam persiapannya, Tim 9 mempelajari kembali materi perkuliahan, memperbanyak latihan soal, dan mengikuti sejumlah kompetisi sebagai bagian dari proses belajar. Setiap anggota juga membagi fokus materi sesuai kemampuan masing-masing sehingga dapat saling melengkapi ketika menghadapi berbagai jenis soal.
Podium pertama diraih pada TAXNATION 2026 yang berlangsung pada 23 Mei hingga 20 Juni 2026. Pada babak semifinal, Tim 9 menganalisis studi kasus Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi dan mempresentasikannya di hadapan dewan juri. Pengalaman praktik pengisian SPT di perkuliahan menjadi modal penting, sementara tantangan utama terletak pada analisis kondisi wajib pajak dan pengelolaan waktu presentasi.
Pada babak final, kompetisi berlangsung lebih ketat melalui babak wajib, lempar, dan rebutan. Tim 9 harus beradu cepat dan tepat dengan peserta lain hingga meraih Juara 2 dengan selisih poin yang tipis.
Sekitar dua bulan kemudian, Tim 9 mengikuti KOMPAK 2026 yang diselenggarakan pada 22 hingga 29 Agustus 2026. Pada babak penyisihan, mereka menyelesaikan 100 soal perpajakan dalam waktu terbatas hingga menembus enam besar. Pada semifinal yang berformat cerdas cermat dan lelang poin, Tim 9 memperoleh poin tertinggi dengan selisih yang cukup jauh dari peserta lain melalui strategi memilih bidang yang paling dikuasai.
Pada babak final, ujian yang muncul berbeda. Tim 9 diminta menyusun perencanaan pajak paling efisien bagi perusahaan melalui studi kasus yang belum seluruhnya dipelajari secara khusus di perkuliahan.
“Tantangan yang paling terasa adalah studi kasus yang diberikan belum pernah kami bahas sebelumnya. Kami harus mengandalkan literasi, pemahaman terhadap regulasi perpajakan yang berlaku, serta kemampuan masing-masing anggota. Keunggulan yang berbeda-beda justru membuat kami saling melengkapi dalam menyelesaikan kasus tersebut,” tutur Arsy.
Kemampuan analisis, pemahaman regulasi, dan kerja sama tim tersebut mengantarkan Tim 9 meraih Juara 1 KOMPAK 2026. Bagi mereka, kedua kompetisi memberikan pengalaman yang berbeda. TAXNATION menuntut kecepatan dan ketepatan menjawab soal di tengah persaingan antartim, sedangkan KOMPAK membutuhkan analisis yang lebih mendalam serta kemampuan mempertanggungjawabkan solusi di hadapan juri.
Menurut Arsy, materi dan pengalaman belajar di UI menjadi bekal penting selama kompetisi. “Kalau bisa memberikan nilai, kami akan memberikan 100 dari 100. Materi yang dipelajari benar-benar terpakai selama kompetisi, meskipun ada beberapa hal yang tetap harus kami pelajari secara mandiri karena belum dibahas secara khusus dalam perkuliahan,” ungkapnya.
Direktur Sekolah Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan praktis, tetapi juga membentuk kemampuan analisis, adaptasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat nasional dan mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dalam persoalan yang lebih kompleks. Kami mendorong mahasiswa untuk terus berani keluar dari zona nyaman, mengikuti kompetisi, serta memperluas pengalaman karena proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, transformatif, dan adaptif. Nilai KITA ini menjadi landasan bagi mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam penguasaan kompetensi, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” ujar Safrin.
Capaian Tim 9 menambah deretan prestasi mahasiswa UI di bidang perpajakan tingkat nasional. Melalui kolaborasi mahasiswa Sekolah Vokasi dan Fakultas Hukum, UI terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkompetisi sebagai bagian dari proses belajar, sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan pada persoalan nyata.






