Multinewsmagazine.com – Bertempat di wilayah RT 001 RW 005 Kelurahan Krukut Kecamatan Limo, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Haji Tajudin Tabri yang akrab disapa HTJ menggelar sosialisasi Tugas dan Wewenang Alat Kelengkapan Dewan pada hari Minggu (25/10/2026).
HTJ mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar warga, khususnya anak muda, memahami peran dan fungsi pengawasan yang dijalankan oleh para wakil rakyat di legislatif.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat menjadi tahu apa saja tugas dan wewenang kami di DPRD Kota Depok yang memiliki empat komisi, yakni Komisi A, B, C dan D. Khusus Komisi C membidangi urusan pembangunan dan infrastruktur,” katanya seperti dilansir dari media Monitor Depok.

Lanjut HTJ, “Komisi C membidangi pembangunan agar perencanaan berjalan baik, mulai dari infrastruktur jalan, gedung, hingga turap. Kami juga mengawasi tata ruang, pemukiman, perhubungan seperti transportasi umum dan angkot, lingkungan hidup, serta kebersihan dan pertamanan.”
Terkait isu lingkungan, HTJ menegaskan masalah pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama Komisi C yang membutuhkan penanganan serius.
“Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengoptimalkan pengolahan sampah di Kota Depok,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua RW 05 Kelurahan Krukut, Sabeni, mengapresiasi upaya Tajudin yang merangkul para pemuda. Menurutnya, pemuda-pemudi wajib memahami tugas serta kewenangan lembaga legislatif, khususnya Komisi C.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi pemuda dan pemudi di Krukut, sehingga mereka paham betul fungsi dan wewenang Komisi C DPRD Depok,” tuturnya.
Sabeni menilai hadirnya anak-anak muda dalam sosialisasi ini menjadi wujud kepedulian Tajudin Tabri terhadap edukasi politik generasi penerus di wilayahnya.
Banyak pihak menilai upaya Wakil Ketua DPRD Kota Depok Haji Tajudin Tabri untuk merangkul para pemuda wilayah Krukut untuk Memahami Peran dan Fungsi Pengawasan Para Wakil Rakyat Kota Depok sangat tepat, sesuai kutipan Ir Soekarno Presiden Republik Indonesia pertama.
“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Makna kutipan ini adalah bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan bagi bangsa melalui semangat, keberanian, kreativitas, persatuan, dan perjuangan.
Intinya, pemuda bukan sekedar penerus bangsa, melainkan penggerak perubahan yang harus berani berpikir, berkarya, menjaga persatuan, dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.






