PT Tirta Asasta Tambah Keran Air Minum di Sejumlah Lokasi

 

Multinewsmagazine.com – PT Tirta Asasta (Perseroda) Kota Depok akan menambah fasilitas keran air minum yang bisa langsung dikonsumsi masyarakat. Setelah ada di Balai Kota Depok, kini keran air minum akan dibangun di tempat-tempat umum lainnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Tirta Asasta, Muhammad Olik Abdul Holik mengatakan, saat ini proses pembangunan keran air minum tersebar di sembilan lokasi. Antara lain, SDIT Uswatun Hasanah Cilodong, Kantor Kelurahan Kemiri Muka, Kantor Kelurahan Pancoran Mas, Kantor Kelurahan Beji, Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Kantor Kecamatan Cimanggis, Kantor Kecamatan Bojongsari dan Kantor Kecamatan Sawangan.

“Alhamdulillah, komitmen kami dalam menyediakan air minum untuk warga Depok bertahap bisa terwujud. Bentuknya seperti yang ada di Balai Kota Depok,” katanya, Senin (10/03/23)

“Di sana ada tiga titik air keran yang bisa langsung diminum yaitu di halaman Masjid Balai Kota, lapangan, dan halaman parkir Gedung Baleka,” sambungnya.

Untuk sembilan titik baru, saat ini ada yang sudah bisa digunakan yakni di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kantor Kecamatan Sawangan dan Kantor Kecamatan Bojongsari.

“Fasilitas air minum juga sudah dipasang di Alun-alun Kota Depok,” imbuhnya.

Keran air siap minum yang dibangun memiliki konsep Reverse Osmosis (RO). Konsep ini mampu menghilangkan semua bakteri, sehingga air layak untuk diminum secara langsung.

“Di kantor kami juga semua telah menggunakan keran siap minum. Kami berharap warga juga bisa memanfaatkannya sebagai fasilitas sumber air minum langsung,” ungkapnya.

Air siap minum ini telah melalui proses uji laboratorium dan hasilnya sudah sesuai dengan standar layak untuk dikonsumsi. Sumber air berasal dari sumber PDAM, yang dimasukkan instalasi RO dan telah siap untuk diminum.

“Untuk dititik lainnya tahun ini terus digesah, kami siap dari sisi prasarana dan sebagainya, namun ada beberapa kendala mengapa belum bisa di semua kecamatan di Kota Depok seperti jaringan dan sebagainya,”jelasnya.

“Kami juga meminta kesiapan lokasi titik air minum itu, karena harus ada perawatannya, kami tidak bisa setiap hari ke lokasi itu. Jadi, secara teknis kami siap tapi kami butuh dukungan juga dalam hal pemeliharaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *