Multinewsmagazine.com – Menginjak usia ke-27 tahun, Kota Depok saat ini berada dalam status darurat sampah sejak awal tahun 2026, hal ini disebabkan TPA Cipayung overload dan tumpukan liar meluber ke jalan, mencapai ketinggian 5 meter di beberapa TPS.
Pemerintah Kota Depok merespons dengan membentuk Satgas sampah dan melibatkan pihak ketiga untuk mengolah sampah menjadi RDF.
Banyak pihak menilai Situasi Darurat Sampah Depok disebabkan Pertama karena kondisi TPA Cipayung sudah melebihi kapasitas (overload) dan antrean truk pengangkut sampah akibat cuaca serta kendala operasional, Kedua Dampak: Sampah menumpuk di TPS dan bahu jalan, mengganggu warga serta pengendara, seperti yang terlihat di beberapa titik Kota Depok. Ketiga Volume Sampah: Data menunjukkan peningkatan sampah di Depok, Estimasi per hari sekitar 860 ton, total volume sampah depok kurang lbh 1.279 ton per hari (konversi (0,59 kg/hari) x jumlah penduduk kota depok) – data tahun 2025. Yang masuk TPA Cipayung dari total volume sampah 1.3 ton per hari adalah 860 ton per -hari.
Kondisi ini menegaskan perlunya solusi cepat dan tepat sasaran, terutama dengan adanya ultimatum pemerintah pusat untuk menghentikan open dumping di TPA pada Agustus 2026.
Merespon terjadinya peristiwa longsor TPA Cipayung yang diduga membendung Kali Pesanggrahan sehingga merubah kampung menjadi danau, Pejabat Plt Kadis DLHK Kota Depok Siti Nuraeni memberikan tanggapannya.
“Sebelumnya kami meminta maaf apabila sampai saat ini beberapa titik kondisinya belum sesuai dengan yang diharapkan, tetapi kami selalu melakukan upaya-upaya preventif di TPA Cipayung,” ucap Reni kepada awak media multinewsmagazine.com, Selasa (21/4/2026).
Lanjut Reni menjelaskan, “Tindakan kami dengan melakukan pencegahan antara lain: 1. Tidak menggeser sampah ke arah sunga, 2.Melakukan pengerukan sampah menggunakan alat berat untuk mengangkat sampah di sungai sebagai upaya meminimalisir sampah di badan air (berkoordinasi dengan Dinas PUPR), 3. kami juga telah menyisir beberapa wilayah sekitar TPA Cipayung yang tergenang dan semoga di tahun 2027 dapat dilakukan upaya-upaya yang lebih konkrit, baik di TPA atau wilayah sekitar, dan 4.Ketinggian gundukan sampah kami jaga tetap tingginya atau minimal lebih landai dengan memadatkan atau menggeser sampah ke titik / gundukan yang masih rendah sehingga dapat menghindari longsoran masuk ke sungai yang lebih ekstrim.”
“Pemkot Depok saat ini juga sedang berusaha maksimal, berprogress positif dalam penanganan sampah di Kota Depok dan tetap meminta masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah di hulu,” tambah Reni.
Reni juga menerangkan, “Sebagai info juga, tahun ini ada penambahan sarpras bantuan dari ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities) adalah program nasional Indonesia yang didanai Bank Dunia untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di kota metropolitan dan wilayah regional yang akan digunakan untuk optimalisasi pengurangan sampah di hulu. Kami juga mengajukan hibah kendaraan pengangkut sampah ke Pemprov DKI.”
“Sambil tetap di hilir menyelesaikan rencana pengolahan sampah yang saat ini masih berproses, harapannya dengan integrasi hulu kawasan dan hilir, maka persampahan di Depok lambat laun akan tertangani dengan baik,” ujar Reni.
Haji Bambang Sutopo (HBS) yang merupakan Politisi Senior PKS yang duduk di Komisi C DPRD Kota Depok memberikan tanggapan kerasnya.
.“Jangan Tunggu Korban Lebih Besar Longsoran TPA Cipayung adalah peringatan. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang serius, maka peristiwa serupa bukan tidak mungkin akan terulang, bahkan dengan dampak yang lebih besar. Sampah bukan hanya soal kebersihan kota. Ini soal keselamatan warga, kesehatan lingkungan, dan masa depan fiskal daerah. Kota yang gagal mengelola sampahnya, sedang menunda krisis yang lebih besar. Dan hari ini, Depok sedang berada di persimpangan itu,” ujar HBS dengan tegas.






