Multinewsmagazine.com – Universitas Indonesia (UI) terus memperluas jejaring kemitraan globalnya. Kali ini, UI menerima kunjungan kehormatan dari School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London, Inggris, pada Kamis (30/4). Agenda pertemuan yang dihelat di Gedung Rektorat Kampus UI Depok ini merupakan momentum untuk membangun kemitraan strategis antara kedua institusi, sekaligus mempertegas komitmen UI untuk terus meningkatkan reputasi globalnya sebagai universitas unggul dan berdampak nyata kelas dunia.
Kedatangan delegasi SOAS disambut oleh Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., dan Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Mahmud menyampaikan, “Kami berharap dapat menjalin kerja sama mendalam dengan SOAS di berbagai bidang keilmuan, terutama di rumpun ilmu sosial humaniora, termasuk ekonomi di dalamnya, yang sejak lama menjadi fondasi utama keilmuan SOAS. Kolaborasi ini semoga dapat mengakselerasi internasionalisasi pendidikan UI, memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika kedua institusi dan masyarakat luas, serta mempererat persahabatan dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Inggris.”
Senada dengan apa yang disampaikan Prof. Mahmud, Vice-Chancellor SOAS, Prof. Adam Habib, yang hadir secara langsung memimpin delegasi SOAS menyatakan, “Melalui penguatan kemitraan dengan UI, SOAS ingin menjadi jembatan yang menghubungkan kolaborasi akademik antara Inggris dengan Indonesia, serta dalam konteks yang lebih luas, dengan bangsa-bangsa di Asia maupun Afrika.”
Dalam sesi diskusi, Prof. Habib, yang telah menjabat Vice-Chancellor SOAS sejak tahun 2021, menyampaikan bahwa SOAS menyasar sejumlah kerja sama dengan UI. Yang paling utama adalah aspirasi SOAS untuk merangkul UI dan kampus-kampus terkemuka lainnya dari Global South untuk membentuk suatu Sekolah Global Kajian Publik atau Global School of Public Policy.
Alih-alih sebagai suatu institusi yang baru, Prof. Habib menyatakan bahwa Global School of Public Policy ini nantinya akan mengambil bentuk sebagai suatu aliansi kampus yang bekerja sama dengan SOAS untuk saling berkolaborasi secara akademik dan berbagi perspektif mengenai pengembangan ilmu kebijakan dan administrasi publik, dan saling berbagi pengalaman praktis dari kebijakan-kebijakan publik yang diambil di negara-negara asal kampus yang bermitra tersebut.
Selain di bidang kebijakan publik, kedua belah pihak juga mendiskusikan penguatan kerja sama akademik dan riset di bidang ilmu ekonomi, terkhusus di bidang studi pembangunan (development studies). Dalam hal ini, UI memandang kolaborasi dengan SOAS di bidang studi pembangunan bernilai strategis mengingat SOAS merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di dunia dalam bidang tersebut, yang ditunjukkan dengan posisinya menempati peringkat kedua pemeringkatan QS 2026 untuk development studies.
Melalui kerja sama ini, UI berharap dapat memperluas mobilitas akademik mahasiswa dan dosen, mengembangkan riset bersama yang relevan dengan tantangan pembangunan di Indonesia dan kawasan Asia, serta memperkaya kurikulum dengan perspektif global. Kolaborasi dengan SOAS juga diharapkan membuka akses bagi akademisi UI untuk berpartisipasi dalam jejaring riset internasional, sehingga hasilnya tidak hanya meningkatkan reputasi akademik UI, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak berencana saling berkomunikasi secara ekstensif untuk membahas detail teknis perihal implementasi skema kolaborasi, dengan eksplorasi program joint degree dan double degree menjadi skema yang diusulkan untuk merealisasikan kerja sama antara UI dan SOAS.
Selain delegasi dari SOAS, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF). ISRSF merupakan yayasan filantropi non-profit yang berdiri sejak 2012 dengan misi mendukung lahirnya generasi akademisi Indonesia kelas dunia melalui beasiswa, dukungan riset, dan jejaring akademik internasional. Kehadiran ISRSF dalam pertemuan ini memiliki relevansi strategis, yakni sebagai fasilitator mobilitas akademik yang dapat menjembatani mahasiswa dan peneliti UI untuk mengakses peluang studi maupun riset di SOAS, sekaligus memperkuat ekosistem kolaborasi akademik antara UI dengan SOAS.
Pertemuan antara UI dan SOAS ini turut dihadiri oleh Fadhilah Muslim, S.T., M.Sc., Ph.D., DIC. (Direktur Internasionalisasi Pendidikan (DIP)) beserta jajaran, Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. (Direktur Pendanaan dan Ekosistem Riset), Chaikal Nuryakin, Ph.D. (Direktur LPEM FEB UI) beserta jajaran LPEM, dan Arief Wibisono Lubis, Ph.D. (Kepala Internasionalisasi dan Transformasi FEB UI). Sementara delegasi SOAS yang hadir di antaranya adalah Prof. Adam Hanieh (Director of SOAS Middle East Institute), Shona Aitken (Director of Advancement), Irfan R. Hutagalung, S.H., LL.M. (Chairman ISRSF), Prof. Jonathan Pincus (ISRSF Board of Trustees), dan Ana Saleh (Director for Program & Communication ISRSF)
Sebagai informasi, SOAS University of London, yang berdiri sejak 1916 dan berlokasi di Bloomsbury, London, dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka dunia dalam kajian kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah. SOAS sendiri menempati peringkat 511 dalam QS World University Rankings 2026. Keunggulan akademiknya tercermin dari capaian peringkat global nomor 2 untuk Studi Pembangunan, 10 untuk Antropologi, dan 15 untuk Ilmu Politik.
Kunjungan ini semakin menegaskan posisi UI sebagai universitas unggulan yang tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga diakui di mancanegara. Melalui kolaborasi dengan SOAS University of London, UI berkomitmen mendorong lahirnya riset inovatif, memperluas mobilitas akademik lintas negara, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran UI sebagai pusat keilmuan global yang menjembatani Indonesia dengan dunia.






