Multinewsmagazine.com – Sivitas Akademika Universitas Indonesia (UI) secara konsisten menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kali ini, tim mahasiswa UI dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FTUI) berhasil meraih Juara 1 kompetisi arsitektur internasional “REBIRTH: Old Structures, New Homes” yang diselenggarakan oleh Archiol Competitions. Kompetisi prestisius ini diikuti peserta dari berbagai negara dan berfokus pada inovasi desain berbasis adaptive reuse serta keberlanjutan arsitektur.
Tim mahasiswa FTUI terdiri atas Kaleb Yonatan Tarigan (Arsitektur 2022), Fatima Aulia Azzahra (Arsitektur 2023), Cintaning Puspo Nugroho (Arsitektur 2023), dan Nazla Rahma Firamadhina Ekano (Arsitektur 2023). Mereka dibimbing oleh Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP, IPU., serta Nisrina Dewi Salsabila, S.Ars., M.Sc., dosen Departemen Arsitektur FTUI. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring dengan tenggat registrasi 10 Januari 2026, pengumpulan karya 20 Januari 2026, dan pengumuman pemenang 20 April 2026.
Melalui proyek berjudul “Re-Haven: Toward a Senescent Dwelling”, tim FTUI menghadirkan gagasan revitalisasi bangunan bersejarah Henry Gun Factory menjadi hunian lansia yang nyaman, hemat energi, dan berorientasi pada kesejahteraan penghuni. Proyek ini merupakan bagian dari tugas kelas Topik Khusus Teknologi Bangunan – Bangunan Hemat Energi, dengan pendekatan adaptive reuse yang mempertahankan nilai historis bangunan sekaligus mentransformasikannya menjadi ruang baru yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa arsitektur dapat menjadi medium untuk menghadirkan ruang yang lebih empatik dan bermakna. Melalui Re-Haven, kami mencoba mengubah bangunan yang memiliki sejarah kelam menjadi tempat tinggal yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat bagi lansia,” ujar Kaleb Yonatan Tarigan, perwakilan tim mahasiswa FTUI.
Proyek tersebut berangkat dari meningkatnya kebutuhan ruang tinggal lansia yang sehat, aman, dan mendukung kualitas hidup di usia lanjut. Dengan pendekatan human-centered design, tim FTUI berupaya menghadirkan lingkungan hunian yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan rasa nyaman secara emosional dan sosial.
Konsep desain memadukan strategi desain pasif, standar EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), serta prinsip perawatan geriatri berbasis standar di Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Pendekatan ini diterapkan untuk menciptakan lingkungan hunian yang mendukung kenyamanan termal, aksesibilitas mobilitas, serta kesejahteraan sensorik dan emosional bagi lansia.
Bangunan yang sebelumnya identik dengan aktivitas industri diubah menjadi ruang tinggal yang merepresentasikan empati, kepedulian, dan kualitas hidup. Melalui Re-Haven, tim FTUI menunjukkan bagaimana arsitektur dapat menjawab tantangan sosial sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan kembali bangunan lama.
Sebagai tambahan informasi, Henry Gun Factory di Pennsylvania, dibangun sekitar tahun 1800 oleh William Henry II. Pabrik ini merupakan pusat produksi senjata api yang memasok kebutuhan Perang 1812 (Amerika Serikat vs Inggris) dan beroperasi hingga awal abad ke-20. Pabrik ini menjadi bagian dari tradisi panjang keluarga Henry sebagai produsen senjata terkemuka di Amerika, dan kini dilestarikan dalam Jacobsburg National Historic District sebagai warisan industri dan budaya.
Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan oleh Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., “Arsitektur masa depan tidak hanya berbicara mengenai estetika dan fungsi, tetapi juga bagaimana ruang mampu menjawab tantangan sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTUI mampu menghadirkan gagasan arsitektur yang inovatif sekaligus memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.”
Keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa Universitas Indonesia dalam menghadirkan solusi desain arsitektur yang inovatif dan berkelanjutan di tingkat internasional. Selain menunjukkan kompetensi akademik dan kreativitas sivitas akademika, prestasi ini juga mencerminkan komitmen UI sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul serta konsisten mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik yang responsif terhadap isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.






