MAHASISWA FKG UI TUNJUKKAN KEPIAWAIAN WIRE BENDING, DOMINASI TIGA PENGHARGAAN NASIONAL

MAHASISWA FKG UI TUNJUKKAN KEPIAWAIAN WIRE BENDING, DOMINASI TIGA PENGHARGAAN NASIONAL

Multinewsmagazine.com – Di dunia ortodonti, ketelitian hingga hitungan milimeter dapat menentukan keberhasilan perawatan. Kemampuan membentuk kawat ortodonti (wire bending) menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai calon dokter gigi karena berpengaruh langsung pada presisi pergerakan gigi pasien. Kompetensi inilah yang mengantarkan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) meraih prestasi dalam ajang “Dental Health Competition (DHC) Vol. 3 Tahun 2026”.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia (BEM FKG UMI) Makassar, FKG UI mendominasi kategori Wire Bending dengan memborong tiga penghargaan. Cato Prospero Yuda, mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi Kelas Internasional angkatan 2025, meraih Juara 1. Rekannya, Ignatio Benedetto Arjanta, mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi angkatan 2025, meraih Juara 2, sementara M. Ilham Prima Adiputera, mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi Kelas Internasional angkatan 2025, memperoleh Juara Harapan 3.

Dental Health Competition merupakan ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi berlangsung melalui tahap penyisihan daring pada 10 Mei 2026 dan berlanjut ke grand final pada 3–5 Juli 2026 di Makassar.

Pada kategori Wire Bending, peserta diuji untuk membentuk kawat ortodonti sesuai desain yang ditentukan dengan tingkat presisi, kerapihan, dan ketepatan tinggi. Keterampilan ini menjadi fondasi penting dalam praktik ortodonti karena memungkinkan dokter gigi mengendalikan pergerakan gigi secara lebih akurat melalui berbagai bentuk pembengkokan kawat, seperti loop, bend, maupun twist.

Teknik tersebut mendukung penanganan beragam kasus, mulai dari koreksi rotasi dan angulasi gigi hingga pengaturan ruang, posisi vertikal, serta torque. Selain meningkatkan efektivitas perawatan, wire bending juga memungkinkan penyesuaian alat ortodonti secara lebih personal sesuai kondisi setiap pasien.

Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO., mengapresiasi pencapaian para mahasiswa yang dinilai mencerminkan kualitas pembelajaran sekaligus semangat untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Prestasi yang diraih menjadi kebanggaan bagi FKG. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, mengasah kompetensi, dan berani berprestasi di berbagai bidang,” ujar Prof. Lisa.

Kemenangan tersebut bagi Cato menjadi pengalaman yang berkesan. Ia mengaku mengikuti kompetisi untuk menantang diri pada bidang yang belum pernah dicoba sebelumnya. Persiapan dilakukan melalui latihan rutin selama beberapa bulan, disertai evaluasi dan pendampingan dari senior serta rekan-rekannya.

“Saya tidak menyangka bisa meraih Juara 1 karena ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba wire bending. Hasil ini merupakan buah dari latihan konsisten dan dukungan dari Kak Ilham serta teman-teman selama proses persiapan. Saya berharap pengalaman ini dapat memotivasi teman-teman untuk berani mencoba dan terus mengembangkan kemampuan mereka,” kata Cato.

Keberhasilan Cato dan teman-temannya memperlihatkan bahwa penguasaan keterampilan klinis lahir dari proses belajar yang disiplin dan berkesinambungan, serta budaya kolaborasi di lingkungan akademik. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen FKG UI dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan praktik kedokteran gigi modern dan mendorong mereka berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *