FLORA DAN FAUNA DI HUTAN KOTA UI DIMANFAATKAN UNTUK EDUKASI BAGI SISWA SEKOLAH

Multinewsmagazine.com – Dengan luas hutan kota mencapai 90 hektar di area Kampus Depok, Universitas Indonesia (UI) menyimpan kekayaan aneka macam jenis pepohonan buah dan tanaman langka, di antaranya jati, kopi, karet, meranti, dan matoa. Selain itu, di area tersebut terdapat enam danau buatan yang berfungsi sebagai tempat resapan air bagi kampus dan wilayah Depok. Nama keenam danau tersebut jika disingkat menjadi KAMPUS, yakni Kenanga, Aghatis, Mahoni, Puspa, Ulin, dan Salam. Danau-danau ini juga menjadi sumber air bagi kebutuhan berbagai hewan yang hidup di kawasan kampus.

Keberadaan berbagai macam flora dan fauna menjadikan hutan kota UI bermanfaat sebagai sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat. Melihat potensi ini, dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Liyu Adhi Kasari Sulung, SE. MBA., dan Aswin D. Hadisumarto SE., MIA., melakukan Pengabdian Masyarakat (pengmas) dengan mengajak 20 anak-anak Pramuka dari SDIT Darul Abidin, Depok, guna mengikuti kegiatan edukasi flora dan fauna di hutan UI.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa hutan UI dapat memberikan berbagai manfaat, seperti sumber materi pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta menjadi tempat rekreasi edukatif bagi masyarakat,” ujar Aswin. Pada pelaksanaannya, para siswa pramuka diajarkan bagaimana bersikap dalam hutan dan cara mengetahui faktor bahaya yang mungkin terjadi.

Selain itu, mereka juga diajak berjalan-jalan di dalam hutan sambil mengenal berbagai jenis tumbuhan dan hewan serta diajarkan juga tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Setelah diperkenalkan dengan berbagai jenis hewan, para siswa diajak untuk bermain tebak hewan berdasarkan ciri-ciri yang diberikan oleh pemandu. Dalam mengikutinya, para siswa terlihat antusias dan mereka merasa senang dapat belajar sambil bermain.

Para siswa tersebut juga dibekali cara menyikapi diri jika bertemu hewan berbisa di dalam hutan. Pemandu mengajarkan mereka untuk tetap tenang dan tidak panik jika bertemu ular, kalajengking, atau hewan berbisa lainnya. Mereka juga diminta untuk tidak menyentuh atau mendekati hewan berbisa. Jika bertemu hewan berbisa, siswa-siswa disarankan untuk segera menjauh dan melapor kepada pemandu. Pemandu juga menjelaskan bahwa binatang yang berbahaya biasanya memiliki ciri-ciri warna yang mencolok, seperti ular berbisa yang biasanya memiliki warna-warna cerah. Selain itu, memiliki perilaku yang agresif, seperti kalajengking yang akan menyengat jika merasa terancam.

“Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tahu banyak hal tentang flora dan fauna di hutan UI,” ujar Nadia, salah seorang peserta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (1/11) ini, didukung oleh tim Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) UI dan Direktorat Pengembangan Akademik dan Sumber Daya Pembelajaran (DPASDP) UI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *